Menurutnya pemilu yang Jujur adil dan bersih sangat bisa terjadi dan mudah dilaksanakan di Indonesia asalkan penyelengara pemilu dan badan pengawasannya bekerja sesuai tugas pokok dan fungsi.
"Rakyat Indonesia butuk KPU dan Bawaslu yang berinegritas," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (13/4).
Lebih lanjut Teuku juga menegaskan KPU dan Bawaslu harus diisi dengan orang-orang yang memegang penuh amanah dan berintegritas.
Dengan begitu maka Indonesia bakal mendapatkan pesta demokrasi yang bersih, jujur, adil dan murah. Namun dari pandangan Teuku dari waktu ke waktu, masyarakat harus menemukan dan menerima kenyataan bahwa KPU dan Bawaslu terus menerus dikelola oleh orang-orang yang tidak becus dan tidak berintegritas.
Menurut Teuku buruknya kinerja KPU dan Bawaslu menyebabkan para peserta demokrasi dan para pemilih harus bersusah payah mengawal sesuatu yang harusnya tidak perlu dikawal.
"Hal ini bisa diatasi jika KPU dan Bawaslu diisi para pekerja profesional yang cinta dengan demokrasi Pancasila yang bersih," tutup Teuku.
[nes]