"Kalau PKS dan Gerindra ingin ganti presiden, harus kerja keras dan kompak. Dan bisa meyakinkan para aktivis pro demokrasi lain. bukan hanya bikin kaos atau mug dengan bahasa kampanye ganti presiden," tegas Direktur Centre For Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi kepada
Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (7/4).
Selain itu, menurut dia, kedua partai itu juga harus mencari isu yang tepat untuk menjatuhkan elektabilitas Jokowi yang masih unggul di atas tokoh-tokoh lainnya.
Tak hanya menurunkan elektabilitas petahana, isu yang dipakai itu efektif digunakan untuk menarik partai koalisi pemerintah bergabung dengan koalisi Gerindra-PKS.
"Karena partai Pendukung Jokowi saat ini masih kompak dan solid," katanya.
[wid]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.