Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Saut Situmorang menilai bahwa pembentukan itu akan sia-sia. Baginya yang terpenting saat ini adalah menemukan fakta siapa pelaku penyerangan yang sebenarnya, bukan pembentukan tim pencari fakta tersebut.
"Bikin tim banyak percuma. Kalau orang dan faktanya nggak ketemu, ya nggak ada hasil. Yang paling penting ketemu fakta dan bawa orang jahat itu," ujarnya di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (6/4).
Namun demikian, Saut menegaskan bahwa pernyataannya itu sebatas pandangan subjektif dan bukan mewakili institusi KPK.
"Itu pikiran saya loh. Ya jadi mungkin saya bisa salah (soal tidak perlu bentuk TGPF)," tukasnya.
Hingga saat ini, pelaku penyiraman air keras ke Novel Baswedan masih belum berhasil diungkap. Sejumlah pihak menilai bahwa TPGF kasus Novel merupakan jalan keluar untuk mengungkap kasus ini secara terang benderang.
Sementara itu, Novel Baswedan masih terus menjalani pengobatan untuk menyembuhkan mata kirinya yang terluka parah akibat siraman air keras.
[ian]
BERITA TERKAIT: