Tidak Bisa Usung Capres, PAN Leluasa Memilih Poros Koalisi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/adityo-nugroho-1'>ADITYO NUGROHO</a>
LAPORAN: ADITYO NUGROHO
  • Rabu, 28 Maret 2018, 15:53 WIB
Tidak Bisa Usung Capres, PAN Leluasa Memilih Poros Koalisi
Zulkifli Hasan/RMOL
rmol news logo DPP Partai Amanat Nasional tidak mau neko-neko dalam menghadapi Pilpres 2019.

Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan menjelaskan sikap tersebut didasari perolehan suara delapan persen.

PAN sangat realistis karena tidak mungkin partai berlambang matahari itu mengusung Capres maupun Cawapres.

"PAN sendiri hanya meraih suara delapan persen sedangkan mengusung capres perlu 20 persen. Jadi PAN harus berkoalisi," ujarnya saat ditemui di pesantren Lembah Arafah, Megamendung, Bogor, Jawa Barat, Rabu (28/3).

Zulkifli mengakui sikap realistis tersebut lantaran banyak kader PAN yang mendorong dirinya maju sebagai Capres.  Dorongan tersebut diwacanakan pada Rakernas PAN 2017. Namun jika melihat kondisi yang ada, sambung Zukifli PAN bisa berkoalisi dengan partai lain.

Saat ini PAN tergabung dengan Partai Gerindra dan PKS dalam satu koalisi. Dalam koalisi yang digagas Gerindra namanya masuk dalam daftar calon pendamping Prabowo Subianto di Pilpres 2019.

Meski begitu, Zulkifli mengaku tidak menutup kemungkinan PAN beralih membentuk koalisi baru bersama Partai Demokrat dan PKB.

"Itu nanti kita bahas di koalisi. Tunggu aja ke depannya," pungkas dia. [nes]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA