Menurut Fahri MCA merupakan fenomena baru dalam dunia maya, terlebih MCA juga tidak memiliki struktur yang jelas sehingga proses identifikasi kasus sangat berbeda.
"Dunia maya itu Unstructure begitu pun dengan MCA, tidak ada struktur didalamnya. Pemerintah bila memakai pola identifikasi terorisme ini terhadap MCA itu jelas tidak adil, seharusnya pemerintah harus bisa berbuat adil," ujar Fahri di DPR, Jakarta, Senin (5/3).
Lebih lanjut Fahri menilai dalam menghadapi dunia maya seharusnya negara dapat menjadi guru yang baik dan mampu menyampaikan fakta. Selain itu, pemerintah harus mampu menenangkan masyarakat dari berbagai spekulasi yang berkembang terkait jaringan MCA. Bila pemerintah tidak mampu berbuat adil maka kemarahan masyarakat semakin pecah.
"Pemerintah tak perlu membuat design rekayasa seolah-olah kasus telah selesai dengan ditangkapnya MCA tersebut. Dalam mengidentifikasi MCA sendiri tentu tidak sama dengan Terorisme," ujar Fahri.
[nes]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: