“Lihat konteksnya saja. Kalau konteksnya adalah pendidikan, itu tidak apa-apa. Tapi kalau konteksnya digoreng jadi isu politik, itu yang berlebihan,†kata Moeldoko usai sosialisasi benih padi di Desa Pontang, Ambulu, Jember, Rabu (27/9).
Moeldoko mengatakan ideologi komunis perlu dilakukan analisa, tetapi perkembangannya harus termonitor dari waktu ke waktu. Menurut dia, pihak-pihak yang menguasai intelijen adalah yang paling mengetahui perkembangan komunisme di Indonesia.
"Saya sudah keluar dari TNI, secara intelijen itu yang memiliki (monitoring intelijen) hanya organisasi tadi, baik dari BIN dari TNI, maupun dari yang lain-lain. Dialah yang bisa menjawab semuanya,†ujar Moeldoko.
Lebih dari itu, Moeldoko mengajak semua elemen bangsa untuk tetap selalu waspada.
"Jadi, jawabannya satu, kita menjadi bangsa harus menjaga kewaspadaan nasional, sehingga paham (seekstrim) apapun tidak sempat tumbuh seperti saat ini,†demikian Moeldoko.
[san]
BERITA TERKAIT: