Mantan Panglima TNI: Film G30S/PKI Jangan Digoreng Jadi Isu Politik

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Rabu, 27 September 2017, 22:30 WIB
Mantan Panglima TNI: Film G30S/PKI Jangan Digoreng Jadi Isu Politik
Moeldoko/net
rmol news logo Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Moeldoko angkat bicara terkait polemik kewajiban prajurit TNI menonton film ‘Pengkhianatan G30S/PKI’. Menurutnya, instruksi tersebut harus dilihat konteksnya.

“Lihat konteksnya saja. Kalau konteksnya adalah pendidikan, itu tidak apa-apa. Tapi kalau konteksnya digoreng jadi isu politik, itu yang berlebihan,” kata Moeldoko usai sosialisasi benih padi di Desa Pontang, Ambulu, Jember, Rabu (27/9).

Moeldoko mengatakan ideologi komunis perlu dilakukan analisa, tetapi perkembangannya harus termonitor dari waktu ke waktu. Menurut dia, pihak-pihak yang menguasai intelijen adalah yang paling mengetahui perkembangan komunisme di Indonesia.

"Saya sudah keluar dari TNI, secara intelijen itu yang memiliki (monitoring intelijen) hanya organisasi tadi, baik dari BIN dari TNI, maupun dari yang lain-lain. Dialah yang bisa menjawab semuanya,” ujar Moeldoko.

Lebih dari itu, Moeldoko mengajak semua elemen bangsa untuk tetap selalu waspada.

"Jadi, jawabannya satu, kita menjadi bangsa harus menjaga kewaspadaan nasional, sehingga paham (seekstrim) apapun tidak sempat tumbuh seperti saat ini,” demikian Moeldoko.[san]
Konten iklan di bawah berasal dari platform DISQUS, tidak terkait dengan pembuatan konten ini

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA