SKB Dan FKB RI-Peru Dorong Pertemuan Presiden Kedua Negara

Sepakat Tingkatkan Kerjasama

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Selasa, 26 September 2017, 08:31 WIB
SKB Dan FKB RI-Peru Dorong Pertemuan Presiden Kedua Negara
Foto/KBRI Peru
rmol news logo . Republik Indonesia dan Republik Peru melaksanakan Sidang Komisi Bersama (SKB) ke 3 dan Forum Konsultasi Bilateral (FKB) ke 4 secara back to back di Lima, Peru, pada 21-22 September 2017.

Pada SKB ke 3 Delegasi Peru dipimpin oleh Luis Quesada Inchaustegui (Direktur Jenderal Urusan Ekonomi, Kementerian Luar Negeri Peru) dan FKB ke 4 dipimpin oleh Jose Antonio Bellina Acevedo (Direktur Jenderal urusan Asia dan Oceania, Kementerian Luar Negeri Peru). Sedangkan Delegasi RI dipimpin oleh Muhammad Anshor (Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri RI) dan didampingi Moenir Ari Soenanda (Duta Besar RI untuk Peru).

Ketua Delegasi Peru menyampaikan bahwa Peru menempatkan Indonesia sebagai mitra strategis yang memiliki peran yang sangat besar di tingkat regional maupun internasional. Sementara itu, ketua delegasi RI menyampaikan pertemuan ini merupakan wujud keinginan kuat RI dan Peru untuk meningkatkan hubungan kedua negara yang tercermin dalam penguatan dan perluasan kerjasama di bidang politik, ekonomi, sosial dan budaya.

Guna meningkatkan volume perdagangan, kedua negara sepakat untuk memulai Joint Study Group dan berharap negosiasi negosiasi perjanjian perdagangan RI-Peru dapat dimulai pada saat KTT APEC di Vietnam bulan November 2017. Selain itu, disepakati juga untuk membuka akses pasar lebih lebar khususnya perdagangan produk-produk pertanian melalui sebuah memorandum saling pengertian.

Kedua negara juga menyepakati pentingnya kerjasama di bidang kehutanan, penanganan bencana, kerjasama antar kementerian yang bergerak di bidang perikanan dan akuakultur serta memperkuat kemitraan dalam memerangi IUU Fishing.

Sebagai negara yang memiliki situs sejarah dan warisan budaya yang unik, disepakati untuk mengembangkan kerjasama perlindungan benda bersejarah dan cultural heritage, termasuk kerjasama antar otoritas candi Borobudur di Indonesia dengan pengelola Machu Picchu.

Di bidang kerjasama teknis kedua negara menyepakati peningkatan kerjasama teknik di sektor pembangunan infrastruktur, pengelolaan risiko bencana, kehutanan, teknologi produksi tepung ikan dan pengelolaan daerah aliran sungai.

Pada kesempatan yang sama, dilakukan penandatanganan Letter of Intent (LoI) di bidang pertahanan antara Kementerian Pertahanan Peru, yang ditandatangani oleh Mayjen TNI Yoedhi Swastanto (Dirjen Strategi Pertahanan-Kementerian Pertahanan RI) dan Brigjen Marco Antonio Alvarado Acting (Direktur Jenderal Hubungan Internasional-Kemhan Peru).

Berdasarkan LoI tersebut kedua kementerian pertahanan sepakat antara lain untuk melakukan pertukaran kunjungan pejabat tinggi, pendidikan dan pelatihan, keamanan maritim, kegiatan terkait Peace Keeping Operation (PKO), kerjasama ilmu dan teknologi pertahanan melalui penelitian dan pengembangan bersama. Untuk merealisasi kerjasama akan dibentuk Expert Working Group untuk merealiasi program kerja sama.

Di bidang kelautan, Peru menggarisbawahi perlunya merumuskan kerjasama teknik di bidang tersebut. Dalam kaitan ini Peru mengundang Indonesia untuk mengunjungi Markas Besar Industri Angkatan Laut Peru (SIMA).
Di bidang industri strategis dan industri pesawat terbang untuk militer, kedua negara menyepakati kemitraan dalam peningkatan kapasitas pasukan penjaga perdamaian di bawah bendera PBB.

Di bidang hukum, Indonesia menyambut baik usulan Peru untuk membahas kerjasama di bidang Mutual Legal Assistance on Criminal Matters dan Ekstradisi.

Di bidang kekonsuleran, Peru telah menyampaikan MoU Concerning A Working Holiday Program. Dalam hal ini Indonesia menyambut baik proposal kerja sama dimaksud dan akan menyampaikan proposal dimaksud kepada instansi terkait di Indonesia.

Dalam keterangan tertulis KBRI Peru disebutkan, kedua negara juga membahas peningkatan kemitraan di forum APEC, FEALAC, kerjasama antara ASEAN - Aliansi Pasifik, serta isu-isu global di forum PBB.

Terkait kerja sama di fora multilateral, kedua delegasi mencatat bahwa Indonesia dan Peru telah menyepakati kerja sama saling dukung bagi pencalonan masing-masing sebagai Anggota Tidak Tetap DK-PBB, Indonesia untuk periode 2019-2020 dan Peru untuk periode 2018-2019 (Peru telah terpilih menjadi anggota tidak tetap DK-PBB). Peru dan Indonesia juga telah menyepakati saling dukung untuk pencalonan masing-masing sebagai anggota Dewan IMO kategori C periode 2018-2019.

Kedua delegasi mencatat bahwa sejak pembukaan hubungan diplomatik RI-Peru tahun 1975 hingga saat ini masih belum terdapat kunjungan bilateral tingkat kepala negara. Kunjungan pejabat tingkat tinggi terakhir dilaksanakan pada tingkat wakil presiden ketika Wapres RI Jusuf Kalla berkunjung ke Peru dalam rangka KTT APEC di Lima bulan November 2016. Oleh karenanya kedua delegasi sepakat mengenai perlunya didorong kegiatan saling kunjung tingkat kepala negara dalam rangka peningkatan kerja sama bilateral. Disepakati untuk mengusahakan pertemuan Presiden kedua negara di sela-sela KTT APEC di Vietnam bulan November tahun ini. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA