Berharap, dengan catatan ini semoga bangsa Indonesia semakin menyadari bahwa kekuatan
civil society Islam tetaplah menjadi bagian penting bagi upaya membangun karakter dan membesarkan bangsa ini.
Pertama, masyarakat Indonesia harus bersyukur dengan sepenuh hati bahwa Muhammadiyah - sebuah ormas dan kekuatan
civil society Islam tertua di Indonesia - mencapai 108 tahun. Sejak berdirinya tahun 1912 hingga hari ini, ormas ini tidak sekedar
survive menelusuri perjalanan panjang menghadapi beraneka tantangan dan rintangan sepanjang sejarahnya, akan tetapi dengan penuh keyakinan, keteguhan, dedikasi dan loyalitas yang tinggi kepada bangsa dan negara juga telah memberikan kontribusi terbaiknya dalam bidang-bidang penguatan karakter anak-anak bangsa melalui dakwah
amar ma'ruf nahi munkar yang transformatif, liberatif dan mencerahkan dan pendidikan; bidang kemanusiaan melalui program-program kesehatan, kesejahteraan sosial ekonomi, menjunjung tinggi HAM; bidang politik kebangsaan antara lain ditunjukkan dengan kontribusi fenomenal dalam menetapkan falsafah bangsa yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI.
Dalam bidang ini Muhammadiyah juga merupakan gerakan Islam penting yang telah ikut serta memperkuat dan meningkatkan kualitas demokrasi, melakukan Jihad Konstitusi. Sumbangan berharga Muhammadiyah juga sangat dirasakan dalam mengembangkan, memperkuat dan mengarusutamakan pandangan dan sikap yang diinspirasi oleh prinsil-prinsip Islam
rahmatan lil 'alamin,
Islam wasoty atau Moderat.
Kontribusi Muhamadiyah tersebut sangat terasa manfaatnya secara langsung dan tidak langsung bagi masyarakat banyak apapun latar belakang suku, bahasa dan agama. Spirit ini sangat diyakini terinspirasi oleh kepemimpinan Rasul Muhammad terutama saat di Madinah.
Kedua, negara dan pemerintah Republik Indonesia tentunya juga sangat terbantu dengan kehadiran dan kiprah Persyarikatan Muhammadiyah karena sudah begitu banyak tugas pemerintah dalam membangun masyarakat telah dilaksanakan oleh Muhammadiyah, bahkan jauh sebelum Republik ini lahir, dengan sangat baik.
Salah satu contoh kongkritnya adalah bidang pendidikan. Muhammadiyah adalah organisasi Islam pionir yang tidak saja telah menginisiasi modernisasi pendidikan Islam di Nusantara, akan tetapi sekaligus menegaskan bahwa karakter anak didik haruslah menjadi prioritas (melalui pendidikan agama) disamping ilmu pengetahuan, teknologi dan seni. Berbagai madrasah, sekolah dan perguruan tinggi dibangun dan dikembangkan.
Apa yang dilakukan oleh Muhammadiyah selama berpuluh-puluh tahun ini telah menginspirasi masyarakat hingga saat ini untuk secara terus menerus mengembangkan dan meningkatkan kualitas pendidikan Islam.
Karena itu, Muhammadiyah dan tentu ormas ormas Islam lainnya merupakan mitra yang tepat bagi pemerintah terutama dalam membangun pendidikan yang berkarakter di Indonesia. Sudah waktunya bidang pendidikan ini ditempatkan secara sehat dan tepat sesuai dengan falsafah bangsa Pancasila. Sudah waktunya bersama Muhammadiyah dan juga ormas Islam lainnya pemerintah berkonsentrasi kepada peningkatan mutu pendidikan, pendidikan yang berkeadilan melalui kebijakan kebijakan yang berkeadilan,
education for all dan juga
education policy for all. Sudah waktunya bangun pendidikan yang bisa menghantarkan bangsa ini menjadi bangsa yang maju, dihormati karena peradabannya yang tinggi.
Hentikan semua praktik menyimpang dan kejahatan di lingkungan dunia pendidikan yang pada saat ini sering terjadi apapun motifnya. Dan Muhammadiyah bersama ormas Islam lainnya adalah mitra yang tepat karena telah dengan nyata memberikan keteladanan untuk taat aturan dan hukum. Ini adalah contoh yang sangat berharga pada saat banyak kalangan yang merusak tatanan hukum di Indonesia.
Ketiga, Muhammadiyah adalah
resource organization yang sejak awal berkomitmen untuk menebarkan nilai-nilai keluhuran atau keutamaan yang bersumber kepada ajaran agama. Seluruh nilai luhur ini, tidak sekedar kompatibel bagi masyarakat dalam membangun masa depan, akan tetapi sangatlah bersesuaian dan bahkan mengisi dan memperkokoh Pancasila sebagai pandangan hidup atau falsafah bangsa.
Karena itu, pada saat sekarang ini di mana Pancasila dihadapkan kepada berbagai persoalan dan ancaman baik dari dalam maupun luar, maka kehadiran Muhammadiyah menjadi sangat tepat bukan saja karena sumbangsihnya bagi lahirnya Pancasila, akan tetapi justru karena Muhammadiyah sangatlah kaya dengan nilai-nilai luhur ini. Muhammadiyah haruslah menjadi guru bangsa dan guru peradaban; Muhammadiyah haruslah juga menjadi
resource bagi pendidikan di Indonesia.
Perpres tentang penguatan pendidikan karakter yang belum ini disiapkan, mengiringi isu FDS yang diributkan antara lain oleh PB NU, menjadi penguat komitmen Muhammadiyah dalam bidang pendidikan yang selama memang menjadi perhatian Muhammadiyah.
, Komisi Pendidikan dan Kaderisasi MUI menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya atas jasa besar Muhammadiyah yang - telah dengan dedikasi dan loyalitas tinggi kepada agama dan bangsa - tampil sebagai pionir, inspirator dan teladan bagi bangsa terutama dalam bidang pendidikan di Indonesia.
[***]Sudarnoto Abdul HakimPenulis adalah Ketua Komisi Pendidikan dan Kaderisasi MUI Pusat
BERITA TERKAIT: