Fadli secara tegas menyebut Gerindra tidak sejalan dengan cara-cara yang dilakukan Saracen menebar informasi hoax.
"Kami (Gerindra) tidak pernah mengenal yang namanya Saracen itu," tegas Fadli di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (29/8).
Sebaliknya, Fadli menyebut Gerindra merupakan korban terbanyak dari peredaran informasi hoax dan fitnah di media sosial. Terlebih saat Pilpres 2014 lalu, banyak buzzer yang mengolok-olok Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto. Bahkan hingga menyamakannya dengan pemimpin Nazi, Adolf Hitler
"Kami adalah korban yang paling banyak fake news, hoax, dan juga fitnah-fitnah di media sosial. Dan itu tidak diproses oleh polisi," jelas Fadli.
[ian]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.