"Partai Golkar membutuhkan pemimpin baru untuk bisa selamat pada Pilkada 2018 dan Pemilu 2019 nanti," ujar pengamat politik Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) Ujang Komarudin kepada redaksi, Selasa (18/7).
Dia menambahkan, Novanto selama ini merupakan simbol partai. Dengan status tersangka yang sandangnya tentu bisa membuat elektabilitas Golkar semakin terjun bebas.
"Untuk itu, jika tidak dilaksanakan munaslub (musyawarah nasional luar biasa) untuk dapatkan ketum baru, maka semua calon yang diusung Golkar di pilkada nanti terancam kalah," ungkap Ujang yang juga direktur eksekutif Indonesia Political Review (IPR).
Senin kemarin (17/7), KPK menetapkan Novanto sebagai tersangka ke empat dalam kasus korupsi pengadaan kartu identitas elektronik (e-KTP). Sebelumnya ada nama Andi Narogong serta mantan pejabat Kementerian Dalam Negeri Irman dan Sugiharto yang kini berstatus terdakwa.
Novanto ditetapkan sebagai tersangka lantaran diduga menguntungkan diri sendiri atau korporasi, menyalahgunakan kewenangan saat duduk di Komisi II DPR, sehingga merugikan uang negara Rp 2,3 triliun. Novanto yang kini menjabat ketua DPR RI dijerat pasal 3 atau pasal 2 ayat 1 UU 31/1999 sebagaimana diubah dalam UU 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi junto pasal 55 ayat 1 KUHP.
[wah]
BERITA TERKAIT: