Biar Selamat, Golkar Butuh Pemimpin Baru

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Selasa, 18 Juli 2017, 16:20 WIB
Biar Selamat, Golkar Butuh Pemimpin Baru
Net
rmol news logo Partai golkar di ambang keruntuhan setelah penetapan ketua umumnya Setya Novanto sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan korupsi (KPK). Apalagi, Golkar akan mengikuti kontestasi Pilkada Serentak 2018 dan Pemilu 2019.

"Partai Golkar membutuhkan pemimpin baru untuk bisa selamat pada Pilkada 2018 dan Pemilu 2019 nanti," ujar pengamat politik Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) Ujang Komarudin kepada redaksi, Selasa (18/7).
 
Dia menambahkan, Novanto selama ini merupakan simbol partai. Dengan status tersangka yang sandangnya tentu bisa membuat elektabilitas Golkar semakin terjun bebas.

"Untuk itu, jika tidak dilaksanakan munaslub (musyawarah nasional luar biasa) untuk dapatkan ketum baru, maka semua calon yang diusung Golkar di pilkada nanti terancam kalah," ungkap Ujang yang juga direktur eksekutif Indonesia Political Review (IPR).
 
Senin kemarin (17/7), KPK menetapkan Novanto sebagai tersangka ke empat dalam kasus korupsi pengadaan kartu identitas elektronik (e-KTP). Sebelumnya ada nama Andi Narogong serta mantan pejabat Kementerian Dalam Negeri Irman dan Sugiharto yang kini berstatus terdakwa.

Novanto ditetapkan sebagai tersangka lantaran diduga menguntungkan diri sendiri atau korporasi, menyalahgunakan kewenangan saat duduk di Komisi II DPR, sehingga merugikan uang negara Rp 2,3 triliun. Novanto yang kini menjabat ketua DPR RI dijerat pasal 3 atau pasal 2 ayat 1 UU 31/1999 sebagaimana diubah dalam UU 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi junto pasal 55 ayat 1 KUHP. [wah]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA