Dalam sambutannya, Jokowi memberikan lima instruksi kepada Polri.
‎Pertama, Polri harus melakukan perbaikan menajemen internal di Korps Bhayangkara untuk menekan budaya negatif.
"Seperti korupsi, penggunaan kekerasan yang berlebihan dan alokasi kewenangan di tubuh Polri," pesan Jokowi.
Kedua, lanjutnya, soliditas internal dan profesionalisme Polri dimantapkan guna mendukung terwujudnya Indonesia yang berdaulat dan berkepribadian.
Instruksi ketiga, kepala negara akan melakukan optimalisasi dengan memobilisasi kinerja Polri dengan penggunaan teknologi informasi dalam pelayanan publik.
Keempat, kesiagapan operasional harus terus ditingkatkan melalui upaya deteksi dini dan deteksi aksi dengan strategi untuk polisional dan proaktif. Dengan demikian Polri tetap dapat lincah bertindak dan mengikuti perkembangan situasi dengan cepat.
Sementara untuk intruksi kelima,mantan gubernur DKI Jakarta itu menginginkan adanya peningkatan kerja sama dan koordinasi dengan berkomunikasi kepada semua elemen pemerintah. Termasuk masyarakat, serta kolega internasional sebagai implementiasi kegiatan sinergi polisional. Sehingga, situasi ‎keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang kondusif dapat terwujud.
"Saya selaku Kepala Negara tetap berkomitmen untuk mendukung terbentuknya Polri yang kuat, Polri yang handal dan Polri yang profesional. Supaya tugas Polri dalam menjaga stabilitas Kamtibmas penegakan hukum, sebagai pelindung pengayom dan pelayan masyarakat dapat dilaksanakan secara optimal," pungkas Jokowi.
[wid]