Ancam Jokowi, Massa Aksi Bela Islam 96: Jangan Sampai Umat Bergerak Lagi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Jumat, 09 Juni 2017, 16:19 WIB
Ancam Jokowi, Massa Aksi Bela Islam 96: Jangan Sampai Umat Bergerak Lagi
Aksi Bela Ulama/net
rmol news logo Massa Aksi Bela Islam 96 mulai memadati pelataran masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Jumat (9/6). Aksi ini untuk menuntut presiden Joko Widodo menghentikan penyidikan kasus yang menyeret nama pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Sihab dan Muhammad Al-Khaththath.

Ketua Presidium Alumni aksi 2 Desember (aksi 212) Ansufri Idrus Sambo menilai desakan untuk menghentikan kasus yang menyeret Rizieq dan Al-Khaththath sangat penting mengingat kasus tersebut merupakan kriminilasisasi terhadap ulama dan aktifis. Terlebih kasus yang meyeret Rizieq terkesan dipaksakan, setelah Basuki Tjahaja Purnama divonis dua tahun penjara.

"Kami berharap pak Jokowi di bulan Ramadhan ini mengambil keputusan penting yaitu membebaskan para ulama dan aktivis kita yang dikriminalisasi. Jadi jangan ada politik balas dendam," ujar Sambo di pelataran masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Jumat (9/6).

Sambo menilai jika pemerintah mengeluarkan kebijakan pemberhentian kasus Rizieq, kegaduhan tidak akan terjadi. Sebab tidak menutup kemungkinan umat muslim kembali mengelar aksi besar-besaran untuk menuntut dibebaskannya Rizieq.

"Jangan sampai umat bergerak lagi, Ini berbahaya, bisa menyebabkan perpecahan, konflik horizontal. Karena kalau ulama dibiarkan dikriminalisasi, akan terjadi perkekskusi. Jadi biar nggak ada konflik bangsa yang melelahkan ini mari kita selesaikan," ujar Sambo.[san]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA