Selain PPP, enam pimpinan partai lainnya adalah Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, Presiden PKS Sohibul Iman, Ketum PKB Muhaimin Iskandar, Ketum Hanura Oesman Sapta Odang, Ketua Fraksi Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono dan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan.
Romahurmuziy menjelaskan pertemuan semacam itu bukan yang pertama. Bahkan sudah dilangsungkan berkali-kali.
"Karena memang inilah yang kemudian kelompok yang mengantarkan terpilihnya pimpin Pansus (Pemilu) hari ini," ungkapnya dalam acara buka puasa bersama DPP PPP di Komplek DPR Kalibata, Jakarta, Kamis (8/6).
Pertemuan itu bukan sebuah pengelompokan baru. Tapi ini pengelompokan berbasis kepada kesamaan nasib, yaitu nasib sebagai partai papan tengah.
"Karenanya ini harus dilihat semata-mata koalisi taktis yang bertujuan utuk pembahasan semata-mata UU Pemilu dalam rangka memastikan sistem pemilu kita tidak menjauh dari sifat proporsionalitas," imbuhnya.
Dijelaskan, dengan adanya usulan-usulan yang menginginkan parliamentary threshold dinaikkan, yang menginginkan dapil kursinya dipersedikit menjadi 3 sampai 6 atau bahkan 3 sampai 8, kemudian yang menginginkan agar sistem Pemilu metode konversi kursinya diubah sedemikian rupa menjadi lebih menguntungkan sejumlah partai besar. Menurutnya itu sama saja mendisproporsionalisasi sistem Pemilu.
"Padahal, adalah sebuah konsensus sejak republik ini melaksanaka pemilu bahwa sistem pemilu kita adalah sistem pemilu proporsional. Nengapa? Karena demografi kita hanya mungkin didekati dengan sistem pemilu proporsional. Artinya, sistem pemilu yang menjauh dari proporsion yaitu sistem distrik dan segala hal yang berbau dengan distrik, adalah hal yang menjauhi dari kodrat pelaksanan sistem pemilu selama 9 kali pemilu digelar," urainya.
Meski demikian, dia menambahkan, pertemuan kemarin sama sekali tidak ada kesepakatan. Yang ada hanyalah sharing, berbagi pemahaman satu sama lain. Sebab mereka menginginkan pembahasan RUU Pemilu ini bisa dimufakati.
"Tidak elok rasanya membahas nasib masa depan bangsa ini, pilar utama demokrasi, tempat seharusnya rakyat berpesta dalam demokrasi dengan cara voting," tandasnya.
Lebih lanjut pria yang akrab disapa Romi ini memastikan bahwa ke depan masih akan ada pertemuan lanjutan. "Pasti (ada pertemuan lanjutan). Karena pertemuan-pertemuan ini tadi malam itu bukan pertemuan yang pertama, tapi ini pertemuan yang kesekian kali," tukasnya.
Dari tujuh partai tersebut, artinya tiga partai yang tak ikut pertemuan adalah PDIP, Golkar, dan Nasdem.
[zul]
BERITA TERKAIT: