Hadir dalam acara ini di antaranya adalah mantan Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Komaruddin Hidayat, dan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mohammad Mahfud M.D.
"Judulnya terinspirasi oleh kata-kata Prof. Emil Salim, seorang ahli ekonomi, cendekiawan, pengajar, dan politisi lndonesia bahwa 'kita ini membangun negeri seperti membangun kapal sambil berlayar'," kata Darmono di tengah acara tersebut.
Buku
Building A Ship While Sailing diakuinya sebagai refleksi dan kontribusi dalam membantu pemerintah mewujudkan kesejahteraan rakyat Indonesia. Berisi pandangan Darmono mengenai banyak permasalahan yang dihadapi bangsa Indonesia, tidak hanya dalam pembangunan ekonomi.
"Buku ini mengajarkan manusia-manusia untuk hidup dengan watak yang luhur, dan juga selalu melihat sejarahnya. Kita ini kumpulan dari 17 ribu pulau dan banyak suku bangsa. Bagaimana kita menyatukannya? Perlu kesabaran. Mengundang para investor dari luar negeri tanpa merasa curiga, memusuhi," ujar pendiri Jababeka Group ini.
"Karena meskipun negeri ini kaya sekali dengan kekayaan alamnya, sumber dayanya, tapi kita kurang sekali dalam hal kapital untuk membangun negara," tambahnya.
Profesor Komaruddin Hidayat menjadi tokoh yang memberi kata pengantar dalam buku itu. Menurutnya, buku ini refleksi tentang ke-Indonesian yang bisa menjadi roadmap untuk menggapai lndonesia sejahtera. Jalan-jalan itu diuraikan secara mendalam penuh makna.
"Alam pikiran pembacanya dibawa menuju rumah Indonesia yang hidup, terang, penuh peluang. dan harapan. Spirit keindonesiaan yang dinyalakan dalam buku ini tidak hanya dipantik oleh romantisme kesejarahan masa lalu, namun juga bagaimana bangsa besar yang meraih kemerdekaan dengan berdarah-berdarah ini bangkit melanjutkan perjuangan dengan segala kelebihan dan kekurangan yang ada untuk keluar dari jepitan persaingan global negara-negara penguasa ekonomi dunia," urai Komaruddin.
[ald]
BERITA TERKAIT: