Anies mengatakan, nama-nama personel Tim Sinkronisasi merupakan hasil kesepakatan yang terlebih dahulu dikonsultasikan dengan tim inti pemenangan dari unsur Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Gerindra. Pengumuman Tim Sinkronisasi itu kata Anies juga sekaligus pembubaran tim pemenangan Anies-Sandi yang dilakukan di DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Selasa (9/5) malam.
"Tim Sinkronisasi bekerja melakukan persiapan selama menunggu pelantikan pada Oktober nanti. Jadi sejak Anies-Sandi dilantik pada hari pertama, keduanya bisa langsung bekerja melayani masyarakat. Jadi kami langsung kerja dan turun ke lapangan. Tanpa perlu persiapan lagi," pungkas Anies melalui siaran pers kepada wartawan, Rabu (10/5).
Adapun delapan anggota didalamnya kata Anies berlatar belakang kalangan profesional dari beberapa bidang. Mereka memiliki tugas utama menyusun referensi dan menerjemahkan program-program dan janji kerja Anies-Sandi ke dalam RAPBD 2018 dan RPJMD 2018-2022.
Anggota dari tim ini, yakni aktivis perempuan Edriana Noerdin, mantan wakil menteri pendayagunaan aparatur negara dan feformasi birokrasi 2011-2014 Eko Prasojo, mantan sekretaris daerah Provinsi DKI Jakarta 2010-2013 Fadjar Pandjaitan, advokat HMBC Rikrik Rizkiyana, pakar tata kota Marco Kusumawijaya, mantan deputi di Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) M Hanief Arie Setyanto dan pegiat gerakan sosial dan lingkungan hidup Untoro Hariadi yang merangkap sebagai sekretaris tim.
[san]
BERITA TERKAIT: