Begitu dikatakan peneliti senior Indonesia Public Institute, Karyono Wibowo dalam perbincangan dengan
Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (7/5).
"Karenanya tidak mudah untuk mem-
brainwash faham mereka agar kembali pada ideologi Pancasila. Ibaratnya, mereka bukanlah kertas putih polos tetapi kertas putih yang sudah ternodai oleh warna tertentu," sambungnya.
Karyono menegaskan, yang perlu disadari saat ini adalah mereka bukan berada di ruang hampa tetapi ruang pertarungan politik dan ideologi.
"Karenanya perlu kehati-hatian dalam melakukan pendekatan kepada kelompok ini. Menurut saya, mungkin, lebih mudah menanamkan prinsip-prinsip bela negara kepada para preman di banding anggota organisasi radikal yang memiliki jaringan trans nasional dan memiliki haluan ideologi tersendiri," jelasnya.
"Namun demikian saya yakin, Kemenhan sudah mengantisipasi dan memahami masalah tersebut."
[sam]
BERITA TERKAIT: