Menurut Koordinator Pemberdayaan Anak Disabilitas Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Dewi Tjakrawinata, banyak penyandang disabilitas belum bisa menempuh pendidikan formal di sekolah. Tidak sedikit juga yang belum menikmati fasilitas KJP dan KJS selama ini.
"Pak Anies saya dengar KJP plus-plus untuk penyandang disabilitas. Bahwa disabilitas untuk bersekolah saja susah, katanya KJP plus akan juga diberikan anak usia sekolah," jelasnya kepada wartawan di Kantor Indonesia Corruption Watch (ICW), Kalibata, Jakarta (Minggu, 23/4).
Dewi juga berharap Anies bersama pasangannya Sandiaga Uno mewujudkan janji mendirikan rumah pusat bagi penyandang disabilitas. Sehingga, nantinya para penyandang disabilitas di DKI Jakarta dapat mengembangkan bakat dan ketrampilan yang dimiliki.
"Akan didirikan center untuk mengembangkan daya saing mereka untuk bekerja. Ya masih di sekitar wacana itu, bagaimana pelaksanaan belum tahu," ujarnya.
Selain itu, Pemprov DKI di bawah kepemimpinan Anies-Sandi kiranya bisa memfasilitasi penyandang disabilitas untuk menjadi pegawai negeri sipil (PNS).
"Menurut undang-undang satu persen untuk disabilitas, kalau di zaman Ahok (Basuki Tjahaja Purnama). Kami berharap positif gubernur baru akan didirikan balai untuk disabilitas, sekarang kurang sekali psikososial dan intelektual tidak ada," demikian Dewi.
[wah]
BERITA TERKAIT: