Hal ini penting agar Pilgub berjalan langsung, umum, bebas, dan rahasia sesuai amant konstitusi.
"Hentikan segala bentuk fitnah dan caci maki yang membahayakan kebersatuan dalam keberagaman kita, terutama yang menyangkut masalah SARA," demikian seruan tertulis MN KAHMI yang diterima redaksi.
Keamanan dan ketertiban hendak dijaga, tidak bertindak anarkis dan bermain hakim sendiri. Jika terjadi pelanggaran atau kecurangan, menurut MN KAHMI, itu tugas aparat untuk diselesaikan sesuai dengan hukum yang berlaku.
"Suasana tegang dan mencekam yang sebelumnya pernah mewarnai proses Pilgub ini harus diakhiri dan kita harus kembali bersatu begitu pemungutan suara selesai," lanjut seruan tersebut.
Koordinator presidium MN KAHMI, Moch. Mahfud MD juga menegaskan, warga ibukota yang punya hak pilih harus diberi kesempatan untuk menilai dan memilih sesuai dengan hak dan kebebasannya masing-masing.
"Wujudkan Pilgub DKI 2017 ini sebagai pesta demokrasi yang menyenangkan sebagai layaknya pesta," tutup Mahfud.
[wid]
BERITA TERKAIT: