Sebelumnya, Sandiaga menduga pengusiran terhadap Djarot adalah bagian dari skenario tim Basuki-Djarot untuk memancing simpati dan menyudutkan timnya sebagai pihak yang "bermain".
"Seharusnya beliau sama-sama menyesalkan peristiwa pengusiran Pak Djarot dari masjid. Masjid kan tempat ibadah. Pak Djarot merupakan muslim yang taat. Masa untuk beribadah salat Jumat diusir?" kata Sekretaris Tim Sukses Basuki Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat, Ace Hasan Syadzily, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (15/4).
Ace menyatakan sangat heran kalau Sandi menganggap peristiwa itu "setting-an" Tim Badja. Ia juga menyarankan Sandiaga untuk tabayun (mengecek sendiri).
"Silahkan cek sendiri ke masjidnya. Tabayun dulu. Jangan gampang menuduh seperti itu," kata dia.
Politikus Golkar ini meminta semua pihak menjaga kondusivitas menjelang pemilihan putaran kedua. Jangan malah menuduh yang bukan-bukan
Sebelumnya, calon Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, mengomentari penolakan yang dialami oleh Djarot Saiful Hidayat saat salat Jumat di kawasan Tebet, Jakarta Selatan. Sandiaga mengatakan, selama menjalani pemilu, pihaknya selalu berkomunikasi dengan warga yang akan didatangi. Karena itu, seharusnya tidak ada penolakan dari warga setiap kali kampanye.
"Jadi saya percaya sih semua warga masyarakat menerima, kecuali itu bagian dari strategi kampanye mereka (Djarot) untuk seperti itu, (supaya) terlihat ada penolakan," kata Sandiaga di Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Jumat.
[ald]