"Jujur, debat ini menguntungkan kami," kata politikus muda itu saat ditemui di lokasi debat, Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu (12/4).
Dia menjelaskan, sebenarnya masyarakat Jakarta menilai debat kandidat sangat penting. Masyarakat Jakarta juga memiliki penilaian yang sangat objektif dan ingin melihat bagaimana calon pemimpinnya menguasai masalah di Jakarta.
"Masyarakat Jakarta adalah masyarakat yang rasional, yang objektif, beda pidato dengan debat. Debat akan menggali pemahaman orang secara mendalam. Akan diuji mentalnya, akan diuji pemahaman detailnya, datanya," kata pria yang disapa Ara itu.
Dalam semua kesempatan debat kandidat, lanjutnya, jelas terkonfirmasi bahwa persepsi publik terhadap Ahok-Djarot sangat positif. Artinya, debat itu menyumbang tambahan suara kepada Ahok-Djarot.
"Karena dia (Ahok-Djarot) dianggap mampu menjawab pertanyaan sesuai dengan data dan fakta dan kinerjanya terbukti selama ini," jelasnya.
"Kalau bisa debat ini tambah dua kali lagi, itu bagus. Karena debat ini membuat kita, masyarakat Jakarta, tidak beli kucing dalam karung," imbuh Ara.
Debat Cagub-Cawagub​ DKI Jakarta yang digelar Komisi Pemilihan Umum DKI Jakarta jelang putaran dua Pilkada ini hanya berlangsung satu kali. Tidak seperti sebelum putaran pertama yang berlangsung sebanyak tiga kali dan masih diikuti tiga pasangan calon.
[ald]