Hasto dan rombongan langsung diarak dengan iringan rebana dan sholawat. Ibu-ibu dan anak-anak dengan penuh semangat mengiringi langkah Hasto. Mereka berebut bersalaman. Langkah Hasto sempat terhenti di sebuah warung Brebes dan menyalami penjual nasi sekaligus membeli makanan di warung itu.
Hasto melanjutkan langkah blusukan menuju ke sebuah tenda yang dipasang di RT 9 RW 06 dan berdialog dengan warga. Seorang warga bernama Ibu Pinyu mengeluh rumahnya rontok dan kalau hujan bocor. Barang-barangnya sudah digadai sehingga tak ada uang untuk membenahi rumah.
Mendapat curhatan tersebut, Hasto menegaskan bahwa Ahok-Djarot sudah punya pasukan merah yang bertugas membantu pembenahan rumah rakyat.
"Bersama ketua RT, ayo diusulkan rumah mana yang prioritas diperbaiki sekarang. Kita sudah ada pasukan merah yang secara gotong royong membenahi rumah rakyat," ujar Hasto.
Ia juga menegaskan bahwa ada yang tak senang rakyat hidup enak lalu menyebut bahwa Ahok-Djarot melakukan penggusuran. Padahal itu tidak benar karena pada kenyataannya justru Ahok-Djarot sedih melihat rumah rakyat yang kumuh, miskin dan tak layak huni.
"Maka Pak Ahok memindahkan mereka lalu ditempatkan di lokasi lebih baik. Di sana ada ruang bermain anak, rumah lebih nyaman serta masyarakat mendapat Kartu Jakarta Pintar dan Kartu Jakarta Sehat, serta Kartu Lansia," jelas Hasto.
"Bahkan dulu Pak Djarot adalah jagonya membangun rumah layak buat rakyat. Waktu jadi walu kota Blitar, Pak Djarot membangun hampir 2500 rumah menjadi bagus dan layak huni," terang Hasto.
Blusukan Hasto hari ini ditemani artis Puy Brahmantya, KH Munib, serta disambut oleh KH Muzakkir yang merupakan tokoh agama dari Cilincing.
[ysa]
BERITA TERKAIT: