"Jadi kalau ada orang yang mengaku beragama Islam, tapi dalam tata cara sehari-harinya tidak mencerminkan sikap dan kelakuannya sesuai dengan akhlak Islam maka patut dipertanyakan keislamannya," kata KH Muhammad Nukman Basori saat menyampai ceramah di hadapan jamaah di Jalan Tegal Parang, Mampang (Rabu, 5/4).
Dalam berbicara misalnya, Gus Nukman, menekankan agar setiap muslim wajib bicara dengan santun dan memaki tata krama. Pun demikian saat menyampaikan aspirasi kepada pemerintah harus disampaikan dengan cara yang baik dan dengan bahasa yang baik.
"Bukan menggunakan bahasa makian, cacian, ancaman dan bahkan meneror yang tak setuju dengan aspirasinya," ungkap Gus Nukman, yang merupakan Ketua PP Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi).
Kelompok yang menebar ancaman, ungkap Gus Nukman, justru mempermalukan Islam itu sendiri. Sebab Islam sendiri adalah agama yang mengajarkan kedamaian. Terlebih lagi kalau mengkafirkan orang Islam sendiri
"Dalam hadits Bukhari, Nabi SAW berkata bahwa orang yang menuduh orang lain kafir kepada sesama muslim maka kekafiran itu kembali kepadanya," tegas Gus Nukman mengingatkan.
Gus Nukman juga mengingatkan bahwa umat Islam Indonesia adalah orang Indonesia yang beragama Islam, bukan orang Islam yang datang ke Indonesia. Maka wajib hukumnya semua umat Islam Indonesia menjaga Pancasila sebagai landasan hidup warga negara Indonesia.
"Kalau ada orang yang tidak mau mengakui Pancasila sebagai landasan hidupnya dalam hal bernegara maka hengkang saja dari Indonesia ini," demikian Gus Nukman.
[ian]
BERITA TERKAIT: