Rektor IAIN Tulungagung Dr. Maftukhin menyampaikan terima kasihnya kepada pria yang akrab disapa Romi itu karena bersedia hadir memberikan kuliah umum di hadapan para anak didiknya.
"Saya mengucapkan selamat datang kepada Pak Romahurmuziy dan ibu. Kita akan mendapatkan informasi yang utamanya terkait ekonomi nasional, ekonomi kerakyatan dan sebagainya. Ini sangat penting dipahami oleh mahasiswa," ujarnya.
Sang Rektor pun mempersilahkan Romi untuk menyampaikan kuliah umumnya. Dalam pemaparannya, Romi mengajak semua kaula muda untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaannya atau enterpreneurship sebagai mana yang dilakukannya. Dimana sejak kuliah, Romi yang yang kesehariannya hanya cukup untuk makan seadanya dan kuliah harus memutar otak untuk membeli jajan.
Ketika itu, Romi mengawali karir wirausahawan dengan penjual kaset, menjual alat kesehatan, kemudian menjadi pengusaha batu bara dan pemilik salah satu perusahaan rokok yang karyawannya berjumlah 2 ribuan orang.
"Saya sharing tentang kewirausahaan dan saya menceritakan terutama tentang kehidupan saya sendiri sampai menjadi politisi dan juga merangkap pengusaha. Saya memilih triple track, ya pengusaha, politisi intelektual dengan berbagi di kampus-kampus," kata Romi usai acara.
Menurutnya, kewirausahaan ini adalah hal yang perlu terus ditularkan, dan perlu terus dimotivasikan karena tingkat kewirausahaan di Indonesia itu masih sangat rendah.
"Dan salah satu ciri negara yang sudah advance ekonominya adalah negara yang banyak usaha di kalangan masyarakat nya. Kalau kita tidak menumbuhkan wirausahawan baru, maka akan sulit untuk menjadikan ekonomi Indonesia melompat," jelasnya.
Diakuinya bahwa saat ini memang Indonesia sudah masuk dalam negara urutan ke-16 ekonomi terbesar di dunia. Namun ranking itu menurutnya masih sangat jauh jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia yang masuk peringkat 4 besar dunia.
"Masih jauh. Makanya perlu kita untuk tingkatkan ekonomi kita, salah satunya adalah dengan meningkatkan nilai tambah yang dihasilkan oleh para wirausahawan," tandasnya.
Dalam banyak cara menurut dia yang bisa dilakukan untuk meningkatkan ekonomi bangsa. Salah satunya adalah seperti fenomena terkini tentang sharing economy yang dilakukan oleh transportasi berbasis aplikasi online.
"Dia menimbulkan peluang, karena setiap pengusaha yang dilahirkan dari konsep ekonomi berbagi ini adalah manusia-manusia biasa yang sebelumnya mungkin tidak berwira usaha, yang tadinya mungkin orang kantoran yang mobilnya nganggur bisa buat cari uang, sehingga memberikan ruang bisnis kepada masyarakat," paparnya.
Namun sayang, perkembangan ekonomi yang berbasis teknologi tersebut tidak dibarengi dengan aturan yang mempuni sehingga menimbulkan ketegangan di kalangan masyarakat. Utamanya antara driver angkutan online dengan driver angkutan konvensional.
"Karena itu pemerintah harus rekonsiliasi, harus mengadaptasi sejumlah peraturannya agar bisa menerima sejumlah perkembangan yang tidak terhindarkan ini," pungkas Ketua Umum PPP ini.
[rus]
BERITA TERKAIT: