Isu Sara Di Pilkada DKI Berbahaya Bagi Anak

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Rabu, 29 Maret 2017, 01:42 WIB
Isu Sara Di Pilkada DKI Berbahaya Bagi Anak
Net
rmol news logo Isu suku, agama, ras, dan antar golongan (Sara) yang mendominasi prose Pilkada DKI Jakarta 2017 dinilai telah menimbulkan efek buruk bagi pertumbuhan dan pendidikan anak.

Menurut Ketua Yayasan Cahaya Guru Henny Supolo, penyebaran simbol hingga spanduk bernuansa Sara di Pilkada DKI menjadi salah satu pemicu munculnya sikap intoleran pada anak.

"Kondisi ini sangat buruk bagi pendidikan dan kesadaran kebhinnekaan kita," katanya dalam jumpa pers bertajuk 'Darurat Pendidikan Indonesia atas Menguatnya Permusuhan berdasarkan Agama' di kawasan Cikini, Jakarta (Selasa, 28/3).
 
Henny menjelaskan, banyak orang tua di ibu kota dan daerah-daerah lain mulai meraskan efek buruk dari rangkaian kampanye dan penyebaran simbol-simbol Sara yang terjadi selama tahapan Pilkada DKI. Untuk itu, dia mengimbau para orang tua dapat memberikan pemahaman dari sisi berbeda terkait kampanye politik bernuansa Sara.

Yayasan Cahaya Guru pun mengkritisi dua pasang calon gubernur DKI yang tidak responsif atas persoalan tersebut.

"Mereka mengeluarkan statement setelah ada korban. Saya kira menggunakan agama sebagai kendaraan pilkada sangat merugikan," tegas Henny. [wah]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA