Pasalnya, PPP versi Muktamar Surabaya Romahurmuziy (Romi) juga ikut langkah Djan Faridz mendukung pasangan calon petahana, Basuki Tjahaja Purnama - Djarot Saipul Hidayat pada Pilkada DKI Jakarta putaran kedua.
Dikonfirmasi, Ketua Fraksi PPP versi Romi, Reni Marlinawati menegaskan bahwa dukungan itu murni keputusan DPW Jakarta.
"Tugas kami adalah menghargai apa yang sudah menjadi keputusan DPW," dalil Reni di Gedung Nusantara I Senayan, Jakarta, Senin (27/3).
Seperti diketahui, PPP Djan Faridz telah memecat pentolan DPW PPP Jakarta, Abaraham 'Lulung' Lunggana. Leni membantah ada hubungan pemecatan itu dengan dukungan DPW PPP Jakarta untuk Ahok-Djarot.
"Saya kira ini tidak ada kaitannya dengan masalah pecat-memecat. Ini sikap politik yang adalah diambil oleh DPW tentu mereka punya pertimbangan yang sangat matang karena kita tahu ini bukan kepada yang mudah," tegasnya.
Dipertegas lagi apakah keputusan DPW Jakarta sejalan dengan sikap DPP PPP kubu Romi, Reni pun menjawab diplomatis.
"Sejauh ini kami belum melaksanakan rapat formal tetapi keputusan DPW pasti sudah dikomunikasikan lebih dulu dengan DPP," ucapnya.
Lalu apakah keputusan DPW Jakarta sudah dikomunikasikan dengan Romi?"Tanyakan ke Pak Romi," tutup Reni.
DPW PPP kubu Romi dijadwalkan mendeklarasikan dukungan kepada Ahok-Djarot pada Minggu (26/3) kemarin. Namun, acara itu ditunda karena Djarot maupun Ahok tidak datang.
"Pak Ahok, Pak Djarot tidak mau hadir di acara deklarasi kubu Romi. Pak Ahok dan Pak Djarot sikapnya keras karena menghargai Pak Ketum (Djan Faridz) dan DPP PPP yang sudah berkorban dan bekerja keras," kata sumber internal PPP.
[wid]
BERITA TERKAIT: