Dijelaskan Menteri ESDM Ignasius Jonan bahwa pihaknya akan fokus pada dua hal dalam pembangunan Papua dan Papua Barat, yakni BBM satu harga dan pembangunan energi listrik.
Untuk listrik, Kementerian ESDM saat ini tengah mengerjakan pembangunan infrastruktur energi seperti pembangkit listrik, 15 ribu pelanggan listrik tambahan, dan membagi lampu hemat energi (solar system) kepada 16.054 kepala keluarga.
Sementara untuk BBM satu harga, Kementerian ESDM baru melaksanakan di 7 kabupaten.
"Kita dorong pertamina buka agen penyalur minyak dan solar (APMS) agar harganya tetap sama," kata Jonan di Cafe Kembang Kencur, Pejaten, Jakarta Selatan, Minggu (5/3).
Kementerian ESDM menggelontorkan dana total Rp 57 triliun kepada dua Provinsi di Pulau Papua. Jonan menargetkan, lewat gelontoran dana itu, 2.500 desa yang belum dialiri listrik akan memperoleh lampu hemat energi atau solar system.
"Ini target kami, paling tidak sampai tahun depan (bagi-bagi lampu). Yang penting ada lampu dulu, listrik nanti nyusul aja," ujarnya.
Satu rumah warga Papua, akan memperoleh satu paket lampu hemat energi yang terdiri dari 4 lampu berkapasitas 100 watt.
Lampu ini menggunakan tenaga matahari untuk menjadi sumber energi yang bisa dipergunakan bagi rumah-rumah masyarakat di daerah terpencil di Papua yang belum dialiri listrik.
[ian]
BERITA TERKAIT: