Begitu kata pakar politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) sebagaimana diberitakan
RMOLJakarta, Jumat (3/3).
Alasannya, bila ketiga parpol tersebut mau bergabung dan mendukung pejawat, maka hal itu sudah dilakukan sejak awal. Tapi buktinya, kata dia, ketiga parpol tersebut justru mengusung calon lain.
"Kalau pilkada putaran pertama dijadikan landasan, maka PPP, PKB, dan PAN akan mengarahkan dukungannya ke pasangan Anies-Sandi," kata Zuhro, saat dihubungi, Jumat (3/3).
Masalahnya sekarang, lanjut Zuhro, apakah ketiga partai tersebut masih konsisten dengan keputusan awalnya. Termasuk, apakah opsi-opsi baru akan muncul mengingat politik Indonesia sangat cair dan dinamis.
"Apalagi jika ikatan koalisi didasarkan atas kepentingan jangka pendek, tak tertutup kemungkinan nuansa politik transaksional akan lebih menonjol," ujar dia.
Ia mengatakan, parpol saat ini cenderung
wait and see sebelum menentukan bergabung dan mendukung calon. Pertimbangan politik lain adalah persentase kemungkinan menang paslon yang lolos putaran kedua.
''Parpol juga berhitung dampak-dampak strategis elektabilitasnya nanti dalam pemilu 2019," ujar dia.
[ian]
BERITA TERKAIT: