Raja Salman Kutunggu Janjimu

Maret Datang Ke Sini

Jumat, 27 Januari 2017, 08:53 WIB
Raja Salman Kutunggu Janjimu
Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz/Net
rmol news logo Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz dipastikan akan berkunjung ke Indonesia awal Maret mendatang. Dalam kunjungan selama 9 hari itu, Raja berjuluk Pelayan Dua Tanah Haram ini mengagendakan sejumlah pertemuan termasuk dengan Presiden Jokowi. Kesempatan ini dinilai waktu yang tepat untuk menagih utang kepada Raja Salman yang berjanji menyantuni para korban jatuhnya crane yang hingga sekarang masih tak jelas.

Perihal kepastian kunjungan Raja Arab itu disampaikan oleh Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin di Perguruang Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jakarta, kemarin. Kata Lukman, Raja Salman akan berkunjung pada 1-9 Maret mendatang. "Kita bersyukur dan menyambut baik rencana kunjungan tersebut," kata Lukman.

Apa saja agendanya? Kata dia, tentu saja agenda utama adalah bertemu dengan Presiden Jokowi. Usai itu, akan bertemu dengan beberapa pihak lain. Siapa saja yang akan ditemui, Menteri asal PPP ini bilang agenda pertemuan masih dalam proses pematangan. Tapi yang jelas, kunjungan Raja Salman ini adalah kunjungan dengan jumlah delegasi sangat besar. Rombongan yang ikut tak hanya pejabat Arab Saudi, tapu juga tokoh-tokoh penting seperti pengusaha dalam hal ini mereka yang berencana usaha kerja sama antarnegara ini. "Karena juga menyertai jumlah rombongan parlemen yang ada di sana," ungkapnya.

Sebelumnya, Dubes RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel sudah mengkonfirmasi hal serupa setelah Kepala Protokol Istana Kerajaan Arab Saudi telah menyampaikan konfirmasi terkait rencana kunjungan Raja Salman ke Indonesia. Agus bilang, kunjungan tersebut adalah kunjungan langka, sejak Raja Faisal bin Abdul Aziz datang ke Indonesia sekitar 47 tahun silam, tepatnya pada Juni 1970.

Agus menjelaskan, seminggu terakhir ini secara maraton mengadakan pertemuan dengan Kepala Protokol Istana Raja di Royal Court Riyadh. Menurut dia, rencana kunjungan Raja Salman ini mulai dirancang sejak 18 Mei 2016. Terkait jumlah rombongan, Agus mengatakan ada indikasi Raja Salman jumlah membawa rombongan sangat besar termasuk membawa para pengusaha untuk mengembangkan kerja sama ekonomi. Mengingat kunjungan ke Indonesia merupakan kunjungan pertama yang dilakukan Raja Salman. "Cukup banyak kalangan dunia usaha dan sektor swasta Arab Saudi yang juga berkeinginan menjadi bagian dari kunjungan Raja ke Indonesia," imbuhnya.

Ketua Komisi VIII DPR Ali Taher menyambut baik rencana kunjungan tersebut, apalagi Arab sudah memberi keistimewaan kepada Indonesia dengan mengembalikan jumlah kuota haji dan menambah lagi 10 ribu jamaah. Dia berharap dalam kunjungan ini akan ada kerja sama yang dijalin antara Indonesia dan Arab Saudi. Apa saja yang akan disiapkan menyambut kedatangan Raja Arab itu? Ali bilang dalam rapat Komisi VIII DPR pemerintah diminta perjanjian hitam di atas putih atau nota kesepahaman terkait penambahan kuota tersebut. Selain itu dia juga meminta pemerintah berani menagih komitmen Raja Arab yang berjanji untuk memberi santunan bagi keluarga jamaah haji yang menjadi korban jatuhnya crane di Masjidil Haram pada musim haji 2015 lalu. DPR sudah beberapa kali bertanya kepada Kementerian Agama, tapi belum ada tindak lanjut.

"Ini komitmen Kerajaan Arab Saudi. Kalau nanti belum terealisasi, akan kami tanya lagi sejauh mana usaha Kemenag. Jangan sampai musim haji depan masih berlanjut," kata Ali, kemarin. "Keluarga jamaah haji sudah kehilangan anggota keluarga yang menjadi korban, diberi janji tapi tidak ditepati, sakitnya berkali-kali," ungkap Ali Taher.

Seperti tahu saja, alat derek di Masjidil Haram jatuh dan menimpa ratusan jamaah haji. Sebanayk 107 orang meninggal dunia dan 238 orang cidera. Dari jumlah itu, sebanyak 12 jamaah haji asal Indonesia meninggal dan 49 orang luka-luka.

Terkait insiden itu, Raja Arab menjanjikan untuk memberi santunan sebesar satu juta riyal atau setara Rp 3,8 miliar untuk korban meninggal dan 500 ribu riyal untuk korban luka-luka. Arab juga menjanjikan untuk memberangkatkan haji gratis bagi keluarga korban. Namun, sudah setahun lebih berlalu janji ini belum juga ditunaikan.

Senada disampaikan Pengamat Hukum Internasional dari Unpad DR Teuku Rezasyah. Menurut dia, pemerintah punya tanggung jawab moral untuk menagih utang tersebut. Namun, dia mengingatkan pemerintah dalam hal ini Kemenag dan Kemenlu harus pintar berdiplomasi dalam menagih. Bagaimana cara menagih utang tersebut tanpa menyudutkan Saudi.

Bagaimana caranya? Kata dia, Kemenag perlu mengajak tokoh-tokoh muslim, seperti dari MUI, atau dari ormas NU dan Muhammadiyah atau tokoh yang dekat dengan pemerintahan Arab. Pemerintah juga perlu menjelaskan bahwa ketiadaan santunan itu berdampak buruk pada keluarga korban. Seperti anak yang terlantar karena tiadanya biaya pendidikan dan lain sebagainya. Dan jika perlu, pemerintah menekankan bahwa penundaan pencairan berdampak buruk pada citra Arab Saudi di Indonesia. "Dan yang terpenting, data-data para korban harus lengkap," kata Rezasyah, kemarin. ***

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA