"Saya mohon, saya meminta dengan sujud dan penuh khidmat kepada semua tokoh bangsa untuk bersatu. Bersatu membangun bangsa ini, tinggalkan segala perbedaan, dan hilangkan segala kepentingan," kata Arteria, Minggu (22/1).
Ia melihat, kondisi yang saat ini bukan hanya efek dari kompetisi lokal untuk merebut kekuasaan secara konstitusional, tetapi ada ancaman besar terkait disintegrasi bangsa.
Maka hendaknya, lanjut Arteria, semua pihak melihat semua permasalahan ini dengan perspektif keindonesiaan.
"Saat ini kebencian begitu mudahnya ditebar seolah-olah layaknya seorang pahlawan, padahal kita semua lupa bahwa kita ini satu keluarga, keluarga besar Indonesia Raya," tukasnya.
[rus]