Anies Tersingkir Gara-gara Pernah Berkunjung Ke Markas FPI

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Selasa, 17 Januari 2017, 14:47 WIB
Anies Tersingkir Gara-gara Pernah Berkunjung Ke Markas FPI
Anies Di Markas FPI/Net
rmol news logo Pasangan calon gubernur DKI Jakarta nomor urut 3, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno memiliki kapabilitas intelektual yang cukup meyakinkan, disukai. dan program yang bagus.

Peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Ardian Sopa menyebut penyebab Anies tersingkir dikarenakan blunder elektoral. Survei LSI Denny JA dari bulan Oktober hingga Desember menunjukan salah satu basis segmen pemilih pasangan Anies-Sandi pemilih berpendidikan tinggi dan kelas ekonomi menengah atas.

Mereka segmen yang memang sesuai dengan karakter Anies maupun Sandiaga, yaitu segmen pemilih yang modern, moderat dalam pandangan agama, dan berwawasan global. Anies dan Sandiaga dalam sepuluh tahun terakhir menunjukkan orientasi, filsafat hidup, dan perilaku yang memang sejalan dengan segmen pemilih ini.

"Namun survei LSI Denny JA pada Januari 2017 menunjukkan ada penurunan suara pasangan Anies-Sandi justru di segmen pemilih ini. Anies dan Sandi justru menurun di mata pemilih originalnya," ujarnya saat memaparkan hasil survei terbaru lembaganya di Kantor LSI, Jalan Pemuda 70, Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (17/1).

Di segmen berpendidikan tinggi, lanjut Sopa, pada Desember 2016, dukungan Anies-Sandi mencapai 23,10 persen. Pada Januari 2017 turun menjadi 20,32 persen.

Begitupun pada pemilih kelas ekonomi menengah atas, terjadi penurunan suara pasangan Anies-Sandi. Pada Desember 2016, dukungannya sebesar 26,80 persen dan pada Januari 2017 turun menjadi 22,91 persen.

"Turunnnya suara pasangan Anies-Sandi di segmen ini salah satunya disebabkan karena manuver Anies Baswedan sebulan terakhir, yaitu Anies berkunjung ke benteng FPI (Habib Rizieq). Habib Rizieq figur yang populer di kalangan bawah namun tidak disukai di kalangan kelas menengah kota dan muslim moderat," sambungnya.

Bukan semata kunjungan itu yang bermasalah. Pidato Anies yang menceritakan keberhasilannya memadamkan "api" di Paramadina ketika menjadi rektor, bagi kaum menengah kota, muslim moderat, menilai Anies bukan bagian mereka.

"Pasalnya, apa yang mereka anggap sebagai sikap keagamaan yang moderat ternyata oleh Anies dianggap sebagai api dan dengan bangga ia padamkan," pungkasnya. [ian]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA