Kata sang terdakwa Ahok usai sidang kemarin (Selasa, 3/1), Habib Novel Chaidir Hasan Bamukmin malu pernah bekerja di restoran cepat saji waralaba dari Amerika Serikat, Pizza Hut, dan karena itu menulis "Fitsa Hats" untuk bagian penjelasan mengenai riwayat kerja di dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP).
"Fitsa Hats" pun menjadi populer dan Habib Novel pun di-
bully habis-habisan oleh netizen pendukung Ahok.
Fenomena Ahok dan popularitas "Fitsa Hats" ini juga menjadi perhatian mantan Pemimpin Redaksi
Obor Rakyat Setiyardi. Di dalam laman Facebook miliknya, Setiyardi menilasis kampanye "Fitsa Hats" ini bertujuan untuk mengatakan Habib Novel tak layak jadi saksi pelapor.
Menurut Setiyardi, kesalahan penulisan dalam BAP tidak seharusnya dibesar-besarkan. Kesalahan ketik atau tulis seperti ini adalah hal yang manusiawi.
Setiyardi membagikan pengalaman dirinya dalam menghadapi proses pemeriksaan verbal, seperti berikut:
INI cuma berbagi sedikit pengalaman. Saat di periksa di Mabes Polri, sebagai Pemred
Obor Rakyat, saya hanya duduk. Penyidik bertanya ini itu, sambil mengetik jawaban saya dalam BAP di komputer jinjingnya. Tentu saja terjadi kesalahan ketik oleh penyidik, terutama jika menyangkut nama. Jadi kalau ada kesalahan ketik, yang salah bukan yang diperiksa. Kesalahan itu manusiawi saja.
Hal serupa juga terjadi di dunia jurnalistik. Saat menjadi wartawan, saya kerap membaca laporan (tertulis) reporter dengan kesalahan ejaan di sana-sini. Terutama jika menyangkut nama, istilah asing atau istilah teknis tertentu. Apakah narasumber yang salah? Tentu bukan.
Kesalahan ada pada reporter yang mentranskrip rekaman wawancara itu. Tapi ini manusiawi saja. Reporter juga manusia. Tugas editorlah memperbaiki kesalahan itu dalam tulisan yang siap tayang.
Mengapa Habib Novel tak mengoreksi kesalahan sebelum menandatangani BAP? Proses pemeriksaan kerap memakan waktu berjam-jam, bahkan seharian. Setelah draft BAP jadi, terperiksa kerap sudah letih secara fisik dan psikis. Sehingga sering hanya sekilas membaca draft BAP, kemudian menandatanganinya.
Ada segelintir orang langsung tanda tangan karena percaya pada kredibiltas penyidik. Istilah kerennya, "
I don't read what I sign".
So, kalem aja Gaes...
[dem]