Teguh Santosa: Puisi Adalah Doa, Janji dan Sumpah

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ade-mulyana-1'>ADE MULYANA</a>
LAPORAN: ADE MULYANA
  • Kamis, 22 Desember 2016, 23:58 WIB
Teguh Santosa: Puisi Adalah Doa, Janji dan Sumpah
Teguh Santosa/RMOL
rmol news logo Panggung Puisi RMOL yang diselenggarakan Kantor Berita Politik RMOL dan Jaya Suprana School of Performing Arts diramaikan sejumlah tokoh. Mulai dari Menkopolhukam Jenderal (purn) Wiranto hingga putri bungsu alm. Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Inayah Wahid.

Dalam sambutannya Pemimpin Umum Kantor Berita Politik RMOL Teguh Santosa mengatakan bahwa media yang dipimpinnya mendedikasikan satu hari dalam setahun untuk mengapresiasi seni budaya, berdoa, mengingat semua janji dan sumpah.

"Ada 365 hari dalam setahun. Kami dedikasikan 364 hari untuk membicarakan hal-hal yang dianggap besar, isu-isu politik, ekonomi dan sebagainya yang menguras tenaga dan pikiran kita. Lalu satu hari kami dedikasikan untuk mengapresiasi puisi," ujarnya.

"Bagi kami, puisi itu adalah doa, janji dan sumpah. Membaca atau sekadar mendengar puisi adalah mengingat doa, janji dan sumpah," ujarnya lagi.

Panggung Puisi RMOL kali ini bertema "Bangunlah Jiwanya, Bangunlah Badannya."

Selain Wiranto dan Inayah Wahid, pembaca puisi lainnya adalah Kepala Badan Nasional Narkotika (BNN) Letjen Budi Wasesa, Presiden Direktur Freeport Indonesia Chappy Hakim, pendiri London School of Public Relations (LSPR) Prita Kemal Gani, anggota DPD RI Rahmat Syah, Adhi Massardi, Romo Sandyawan, Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahni Anzar Simanjuntak, polster KedaiKopi Hendri Satrio, Cornelia Agatha, dan Romo Benny. [dem]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA