"Itu tangisan kesedihan karena beliau dituduh menista Islam, yang otomatis beliau dituduh menistakan keluarga angkatnya yang muslim taat," ujar Ketua Relawan Matahari Jakarta (RMJ) Supriadi Djae kepada
Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu, Selasa (13/12).
Dijabarkan Supriadi, jika melihat latar belakang kehidupan Ahok yang diangkat anak oleh pasangan keluarga muslim taat asal Bugis, Andi Baso Amier dan Ibu Hajjah Misribu binti Acca, maka tidak mungkin Ahok memiliki niat untuk menista agama kedua orang tua yang turut membesarkannya.
"Apalagi, perjalanan Ahok menempuh pendidikan pernah dibantu oleh kakak angkatnya,Haji Analta Amir," sambung mantan ketua DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) itu.
Belum lagi jika menilik kepemimpinan Ahok di Jakarta yang bisa dibilang sangat Islamis karena selalu memprioritaskan umat Islam selama memimpin. Ia membangun Masjid Fatahillah yang berdiri megah di Balaikota dan mengumrohkan para marbot dan penjaga makam.
"Menurut RMJ, itu bukti bahwa Ahok tidak benci Islam. Sebaliknya, dia sangat memprioritaskan kaum muslim, buktinya marbot saja diumrohkan," lanjut pria yang akrab disapa Sudja itu.
Untuk itu, Sudja mengimbau kepada masyarakat, khususnya umat Islam, untuk bisa mengikuti jalannya persidangan Ahok secara objektif. Karena hanya dengan begitu, masyarakat bisa menilai sendiri apakah ada unsur penistaan agama atau tidak dalam kasus Ahok.
"Namun begitu, paling penting adalah masyarakat bisa menerima apapun keputusan pengadilan. Jangan ada intervensi opini apalagi tekanan massa," pungkas pria yang saat ini masih aktif di Pemuda Muhammadiyah itu.
Relawan Matahari Bangsa adalah kumpulan aktivis Muhammadiyah yang pada Pilgub DKI 2017 menyatakan untuk mendukung petahana. Mereka menilai, program yang sudah memiliki manfaat besar bagi warga Jakarta layak untuk diteruskan.
[ian]
BERITA TERKAIT: