Survei yang dilakukan dengan wawancara tatap muka pada 6-12 Desember 2016 itu bertujuan mencari tahu pasangan calon bupati-wakil bupati yang populer. Responden terdiri dari 525 orang yang tersebar di sembilan kecamatan. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode multistage random sampling dengan tingkat kesalahan 4,4 persen dan tingkat kepercayaan 95,6 persen.
"Hasil temuan survei di sembilan kecamatan di Aceh Barat Daya, sebanyak 17,14 persen swing voters (suara mengambang) menjadi penentu kemenangan di Pilkada Aceh Barat Daya 2017," beber Gunawan Abdillah selaku penanggung jawab Lembaga Pilkada Indonesia dalam keterangannya, Selasa (13/12).
Dia menjelaskan, tingkat perilaku responden terhadap keikutsertaan di Pilkada Kabupaten Aceh Barat Daya termasuk empati pada bencana gempa Pidie Jaya. Sebanyak 47,05 persen dari responden di sembilan kecamatan menganggap persoalan lapangan kerja menjadi harapan para responden, sedangkan 13,14 persen pemimpin yang bisa membangun infrastuktur atau sarana prasarana di Aceh Barat Daya.
"Kemudian sebanyak 47,05 persen dari responden di sembilan kecamatan menganggap persoalan lapangan kerja menjadi harapan. Sedangkan 13,14 persen menganggap pemimpin bisa membangun infrastuktur di Aceh Barat Daya," kata Gunawan.
Gunawan menambahkan, variabel penting yang mendorong alasan responden untuk memilih pasangan calon pemimpin Kabupaten Aceh Barat Daya mendatang adalah karena memiliki pribadi baik dan program yang diusung.
"Kita harapkan Pilkada Aceh Barat 2017 berlangsung aman, tertib, dan lancar demi Indonesia serta Aceh Barat Daya maju dan jaya," tegasnya.
[wah]
BERITA TERKAIT: