Seperti yang tengah ramai jadi perbincangan seharian kemarin.
Akun media sosial Facebook, Jack, memosting sebuah foto. Sebenarnya tak ada yang hoax dalam foto itu. Dalam foto dokumentasi rapat jelang Final Piala Presiden di Balai Kota DKI Jakarta pada pertengahan Oktober 2015, ada Jenderal Tito Karnavian yang memakai seragam Polri lengkap.
Di foto itu Tito masih bintang dua, alias menjabat Kapolda Metro Jaya. Selain Tito, ada Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan politisi PDIP Maruarar Sirait. Ketiganya duduk di meja makan yang di atasnya terdapat makanan dan botol minuman berwarna hijau.
Yang hoax, caption foto ini. Jack menuding botol minuman berwarna hijau itu adalah miras. "Biar foto yang berbicara atas ketidakadilan yang terjadi di Indonesia. Acara minum-minum MIRAS bersama akibat sering gaul sama Ahok. Hukum hanya tajam ke bawah tumpul ke atas," begitu Jack menuliskan dalam unggahannya.
Sampai tadi malam, unggahan tersebut sudah 4.750 dibagikan facebooker dan 1.700 lebih yang berkomentar. Postingan yang diunggah Jack 24 November lalu dan baru ramai seharian kemarin ini sontak jadi bahan cibiran. Pasalnya, sudah jelas itu botol isinya bukan Miras, melainkan air mineral brand lokal, Equil.
Air putih yang dikemas dalam botol kaca premium berwarna hijau ini memang tak dijual di toko-toko kelontong. Air mineral ini kerap disajikan di meja restoran fine dining, hotel berbintang, hingga meja Istana Negara saat rapat kabinet.
Facebooker yang berkomentar di postingan Jack langsung meluruskannya dengan mencibir. "Air mineral merk Equil dibilang miras Hahahahahahaha Kurang piknik," tulis akun Saripah disambut lainnya. "Enggak perlu dijelasin ya, nalar sendiri aja," kata Arsyad Maulana Rahmat. "Mohon dihapus dong postingan seperti ini," timpal Mutiara Dewata.
Akun Septhe Hidayah menambahi. "Pantes gak waras, wong Miras aja nggak tahu," tulis dia diamini sindiran Asep Maulana. "Yang posting kampungan banget ya. Biasa minum oplosan jadi gak bisa bedakan botol beer dengan air mineral. Yang penting botol hijau," ungkapnya sembari tertawa.
Facebooker Giana Nur Fitria serius meluruskan. "Itu air putih mineral made in Indonesia," tulis dia disambut Anang Wahyudi yang meminta Tito tegas menangkap provokator. "Maju terus Pak Tito, tangkap terus provokator."
Tak cuman di Facebook, perihal botol mineral ini juga ramai diperbincangkan di Twitter. Malahan kata kunci Equil jadi trending topic kemarin. Banyak meme-meme bertebaran yang membandingkan botol mineral Equil dengan botol bir berbagai merk.
Tweeps banyak yang mencibir. Meski banyak juga yang serius menanggapinya. Akun @wito_karyono menjelaskan, air minum Equil memang kerap menjadi standar dalam rapat pejabat pemerintah. Saat SBY masih menjabat Presiden RI, Equil sudah setia menemani rapat kabinet.
Tweeps yang lain merasa prihatin dan heran. Ada pula yang melontarkan kicauan bernada sindiran yang berbau guyonan. Seperti @hansdavidian. "Ada yang tetep ngotot tu Equil miras soalnya tutup botolnya kuning bukan putih. Mas, mbak itu kuning penanda jenis sparkling," kicaunya.
Setelah agaknya kurang berhasil dengan isu Miras, ada netizen yang mengganti topik dengan menyayangkan penggunaan produk impor. Padahal, Equil sendiri merupakan produksi dalam negeri, tepatnya dari daerah Sukabumi, Jawa Barat. Ini juga menjadi cibiran. "Aer mineral Equil itu sumber aernya dari Gunung Salak, pabriknya di Cimelati, Sukabumi kampung gw, kalau libur mau maen sana gue anter deh," kicau @Yuliaa007 disambut @mrshananto. "Equil botol ijo dituduh miras. Lebih lucu lagi dituduh merk asing. Padahal mah aseli ti Sukabumi. Semua yang diminum Ahok miras asing pokoknya!"
Yang lainnya memilih bercanda dengan cerdas. Misalnya @ajiwar. "Yesus mengubah air menjadi wine. Ahok mengubah Equil menjadi miras," cuit nya serupa dengan @ardhianrizqi. "Ngakak orang pada bahas Equil hari ini dan jadi Trending Topik lagi."
Akun @negativisme menimpali. "Pengen mabok tapi pikiran tetep fokus? Gampang. Tinggal oplosin Equil sama Aqua," candanya dibalas @nihaqus. "Equil itu minuman keras. Kalo minumnya dicampur pasir dan semen. Benci Boleh Goblok Jangan," ingatnya.
Tweeps @Toni_Romdoni memungkasi. "Tukang fitnah itu tidak perlu nunggu azab Tuhan di akhirat, di dunia saja Equil sudah mempermalukannya," kicaunya sembari memberi emoticon tawa. ***
BERITA TERKAIT: