Bila Toleran, Pemimpin Harus Bicara Santun Dan Hormati Ajaran Lain

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Selasa, 29 November 2016, 23:34 WIB
Bila Toleran, Pemimpin Harus Bicara Santun Dan Hormati Ajaran Lain
Ilustrasi/Net
rmol news logo . Kunci merawat Indonesia sebagai sebuah bangsa dengan tingkat keberagaman yang tinggi adalah dengan memelihara kerukunan dan toleransi di dalam masyarakat.

Demikian disampaikan anggota MPR dari Fraksi PKS, Sutriyono. Menurut Sutriyono, dengan keberagaman yang cukup tinggi dalam masyarakat Indonesia, tingkat kerawanan konflik horizontal hingga disintegrasi sosial juga cukup besar. Karena itu tidak ada jalan lain mempertahankan keutuhan NKRI selain melalui toleransi dan saling tenggang rasa.

Lebih lanjut dia menambahkan, sejarah bangsa ini sudah teruji dengan berbagai ujian disintegrasi. Namun berhasil dilalui karena para pemimpin bangsa mengedepankan semangat persatuan dan toleransi. Dia mencontohkan sejarah paling otentik pembuatan Piagam Jakarta yang kemudian diadopsi ke dalam Pancasila.

Namun demikian, Sutriyono menegaskan dalam keterangan beberapa saat lalu (Kamis, 29/11), semangat toleransi jangan hanya dituntutkan negara kepada masyarakat. Para elite pemerintahan, lanjutnya, juga harus memberikan keteladanan dalam toleransi. Dia mencontohkan, salah satunya berbicara santun dan menghormati ajaran agama lain.

"Pemimpin jangan selalu menuntut rakyatnya toleransi. Tapi mereka harus contohkan. Jangan selalu berbicara kebhinnekaan, tapi menista agama lain dan berbicara tidak pakai adat timur," cetusnya. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA