Suasana Car Free Day (CFD) kali ini nampak meriah dengan aksi simpatik yang digelar para mahasiswa dan pemuda yang mendorong agar masyarakat mendukung perdamaian tanpa adanya konflik antar suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) dan berharap menjaga kesatuan dan keutuhan NKRI.
Warga yang tengah menikmati hari bebas kendaraan bermotor di kawasan itu pun antusias mengikuti kampanye pesan perdamaian Indonesia tersebut. Bahkan, mereka berebut spidol untuk membubuhkan tanda tangan di sebuah kain putih berukuran 6x1 meter yang dibentangkan di jalanan.
BEM Nasionalis juga membagi-bagikan brosur berisikan pesan perdamaian untuk Indonesia yang isinya ajakan agar masyarakat Indonesia bersatu padu membangun NKRI dan menghindarib konflik antar anak bangsa.
Perwakilan BEM Universitas Jayabaya Ismail mengingatkan bahwa Indonesia adalah negara majemuk yang terdiri dari berbagai suku, agama, ras dan golongan. Kata dia, kemajemukan ini harus dijaga dan dipupuk guna mempertahankan keberagaman.
"Kemajemukan ini adalah wajah Indonesia. Kita sebagai anak muda harus menjadi pelopor sekaligus perekat keberagaman tersebut," ungkap Ismail.
Menurut Ismail, isu yang terjadi akhir-akhir ini dinilai sangat merugikan semua pihak dan sebagai bangsa yang beragam tentu tidak menginginkan hal tersebut terjadi kembali. Dia menyerukan jika ada kelompok yang ingin memecah belah NKRI maka harus dilawan dan dicegah.
"Momentum CFD ini, mari sama-sama kita jaga dan bergandengan tangan bahwa kita tidak takut dengan ancaman dari kelompok yang akan merusak NKRI," tandasnya.
[ian]
BERITA TERKAIT: