Rachmawati Soekarnoputri: Neokapitalisme Makin Kuat di Indonesia

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Rabu, 16 November 2016, 13:35 WIB
Rachmawati Soekarnoputri: Neokapitalisme Makin Kuat di Indonesia
Rachmawati Soekarnoputri/Net
rmol news logo . Pendiri Yayasan Bung Karno, Rachmawati Soekarnoputri memberikan orasi ilmiah dalam Sidang Senat ke XIV Universitas Bung Karno (UBK) di Balai Sudirman, Jakarta, Rabu (16/11).

Rachmawati memaparkan, Indonesia semakin dililit oleh prinsip-prinsip neo liberalisme, yang memiliki prinsip dasar survival of the fittest, sehingga menguras sumber daya alam dan sumber daya ekonomi Indonesia tanpa memperdulikan kepentingan rakyat.

Praktik neoliberalisme lewat tangan neokapitalisme ini semakin membuat pudar dan surut nilai-nilai Pancasila sebagai ideologi bangsa. Hegemoni dan dominasi pasar bebas yang menjadikan bangsa Indonesia bangsa yang konsumeristik.

"Negara telah berubah jadi pasar bebas, tidak hanya sumber daya alam dan sumber daya ekonomi, bahkan kedaulatan negara pun bisa dijual," tegas  Rachmawati dalam orasinya.

Negara, menurutnya, telah membiarkan rakyat bertarung dengan para pemilik modal tanpa proteksi dan keberpihakan. Indonesia kini juga menjadi lahan pertarungan kepentingan global, terutama di bidang energi, pangan dan ekonomi.

Ditambah lagi, melalui proxy war atau asimetrik war, lewat cyber media, akal sehat bangsa diputarbalikkan oleh aktor-aktor tertentu, baik aktor negara maupun non-state actor.

"Kalo dulu Bung Karno bilang inilah antek-antek nekolim," ujar Rachmawati.

Demokrasi Indonesia juga berjalan karena kekuatan uang, yang melahirkan politik transaksional.

"Pola suksesi inilah yang melahirkan penyelenggara abal-abal. Terutama melahirkan tindak pidana korupsi di semua lini negara," kata dia lagi.

Ditambah lagi, KPK kini disebutnya seperti macan ompong yang tidak bisa bertindak apa-apa melihat kasus-kasus mega skandal seperti BLBI dan Bank Century.

Sidang Senat ke XIV Universitas Bung Karno (UBK) ini mewisuda sebanyak 1.388 mahasiswa dari lima fakultas di lingkungan UBK. Tidak hanya itu, angkatan pertama Institut Kepemimpinan Soekarno (IKS) sebanyak 24 orang juga ikut diwisuda. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA