
. Saat mengatakan bahwa aksi ditunggangi kepentingan politik, Presiden Joko Widodo terlihat membaca teks. Karena itu, perlu bagi Jokowi mengkroscek kembali sumber informasi yang didapatnya.
Demikian disampaikan Sekjen Paham Indonesia, Rozaq Asyhari, dalam keterangan beberapa saat lalu (Minggu, 6/11).
Setidaknya, sambung Rozaq, Presiden Joko Widodo memiliki
second opinion mengenai analisa kondisi masyarakat muslim yang terus bergerak.
Menurut Rozaq, seharusnya juga Presiden bisa melakukan kroscek informasi dengan menemui para pengunjuk rasa yang datang ke Istana.
"Sebenarnya kemarin saat yang tepat untuk melakukan tabayun, Pak Jokowi bisa menemui para ulama, habaib dan ustadz yang datang ke Istana. Informasi yang beliau terima bisa langsung di kroscek saat itu," jelas pegiat hak asasi manusia tersebut.
[ysa]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: