Mantan bupati Belitung Timur itu terpaksa dievakuasi pakai angkutan umum saat situasi kian tak terkendali.
"Saya sedih, kultur hukum sudah rusak, anarkis. Para kelompok intoleran tersebut membusukkan demokrasi, mengabaikan tahapan Pilkada yang resmi," ujar anggota tim pemenangan Ahok-Djarot, Eva Kusuma Sundari ketika dihubungi, Kamis (3/11).
Menurut Eva, PDI Perjuangan, partainya, berusaha keras menahan kemarahan satgas dan kader yang sudah mau turun ke jalan memberi perlawanan.
"Tapi sementara kita yakin bahwa polisi mampu mengendalikan keadaan. PDIP tidak mau terpancing karena kita inginkan Pilkada yang gembira dan milik bersama (partisipatoris) semata berisi kaget-kaget yang memicu akal sehat," katanya.
Apalagi, tambahnya, di Rawa Belong kemarin, lebih banyak masyarakat yang mengelu-elukan Ahok. Bahkan disitu ada ibu-ibu yang mendoakan dan memberi restu terhadap Ahok.
"Kita akan lanjutkan blusukan, karena yang menolak lebih kecil jumlahnya walau nyaring bunyinya. Kita percaya pendukung silent majority yang rasional pakai akal daripada yang emosional pakai perasaan (kebencian). Demokrasi akal sehat kita perjuangkan, kuatkan dan kita menangkan terhadap gerakan anti demokrasi yang anarkis berisi kebencian," tutupnya
.[wid]
BERITA TERKAIT: