Politik SARA Hanya Menutupi Ketimpangan Penguasaan SDA

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Kamis, 27 Oktober 2016, 15:13 WIB
Politik SARA Hanya Menutupi Ketimpangan Penguasaan SDA
Foto: Dok STN
rmol news logo Isu-isu berbasis identitas suku, agama, ras (SARA) hanyalah komoditas politik menjelang adanya momentum politik, baik di tingkat nasional maupun lokal. Namun dampak dari isu tersebut bersifat destruktif dalam jangka panjang karena merusak persatuan nasional.

"Inilah pragmatisme praktisi politik yang abai terhadap keberlanjutan kehidupan berbangsa dan bernegara," tegas Pemimpin Redaksi Berdikari Online, Rudi Hartono dalam diskusi terbuka bertajuk 'Refleksi Sumpah Pemuda: Membangunan Jiwa Nasionalisme Dengan Semagant Kebersamaan dan Gotong Royong Tanpa Diskriminasi SARA' yang digelar Komite Pimpinan Pusat Serikat Tani Nasional di bilangan Jakarta Selatan, Kamis (27/10).

Pembicara lainnya Ketua Umum Aksi Perempuan Indonesia Kartini, Minaria Christin; Presidium Gerakan Kemasyarakatan PP PMKRI, Lodovitus Elmo Roe; dan Ketua Umum FNPBI, Lukman Hakim.

Rudi mengingatkan, masalah dasar negara ini sebetulnya adalah ketimpangan dalam penguasaan sumber daya alam, agraria yang menyebabkan ketidakadilan sosial dan kemiskinan akut.

Sementara, menurut dia, meluasnya isi konflik sosial berbasis SARA hanya menutupi problem ketidakmampuan pemerintah dalam mengatasi masalah ekonomi yang saat ini semakin kritis.[wid]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA