"Inilah pragmatisme praktisi politik yang abai terhadap keberlanjutan kehidupan berbangsa dan bernegara," tegas Pemimpin Redaksi
Berdikari Online, Rudi Hartono dalam diskusi terbuka bertajuk 'Refleksi Sumpah Pemuda: Membangunan Jiwa Nasionalisme Dengan Semagant Kebersamaan dan Gotong Royong Tanpa Diskriminasi SARA' yang digelar Komite Pimpinan Pusat Serikat Tani Nasional di bilangan Jakarta Selatan, Kamis (27/10).
Pembicara lainnya Ketua Umum Aksi Perempuan Indonesia Kartini, Minaria Christin; Presidium Gerakan Kemasyarakatan PP PMKRI, Lodovitus Elmo Roe; dan Ketua Umum FNPBI, Lukman Hakim.
Rudi mengingatkan, masalah dasar negara ini sebetulnya adalah ketimpangan dalam penguasaan sumber daya alam, agraria yang menyebabkan ketidakadilan sosial dan kemiskinan akut.
Sementara, menurut dia, meluasnya isi konflik sosial berbasis SARA hanya menutupi problem ketidakmampuan pemerintah dalam mengatasi masalah ekonomi yang saat ini semakin kritis.
[wid]
BERITA TERKAIT: