Aksi ini digelar dalam rangka mengkritisi pemerintahan Jokowi-JK yang genap berusia 2 tahun.
Mahasiswa yang berasal dari Sumatera bagian utara, Sumatra bagian selatan, Jabodetabek, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah-DIY, Jawa Timur, Kalimantan Tengah, Timur, dan Barat, Bali, Nusa Tenggara dan Papua menyampaikan lima tuntutan kepada pemerintahan Jokowi-JK.
Pertama mendesak pemerintah untuk menindak tegas mafia kasus kebakaran hutan dan lahan. Kedua menolak reklamasi Teluk Benoa dan Teluk Jakarta.
Ketiga, mereka mendesak pemerintah untuk menolak tax amnesty yang dinilai tidak pro rakyat.
Keempat, mahasiswa meminta pemerintah Jokowi-JK untuk menolak perpanjangan izin ekspor konsentrat setelah Januari 2017 dan komitmrn terhadap usaha hilirisasi minerba.
Terakhir, mereka menuntut untuk mencabut hukum kebiri dan meminta pemerintah menyelesaikan akar permasalahan kejahatan seksual pada perempuan dan anak.
Aksi digelar di depan Kementerian Koordinator PMK karena mahasiswa belum mendapat izin untuk menggelar demo di depan istana. Saat ini proses lobi masih berjalan agar tempat aksi bisa bergeser di depan istana negara.
[wid]
BERITA TERKAIT: