Hal itu diungkapkan Wakil Ketua Komwas Partai Demokrat, Darmizal saat dihubungi
Rakyat Merdeka di Jakarta, kemarin. Menurutnya, Komwas Partai Demokrat sudah melakukan rapat maraton untuk menyikapi sikap Ruhut yang tidak taat puÂtusan partai.
Setelah menggelar rapat, hasilnya seluruh anggota Komwas, 100 persen sepakat memÂberikan sanksi kepada Ruhut. "Di Komwas tidak ada yang dissenting opinion. Semua sepaÂkat memberikan sanksi pada Ruhut," ungkapnya.
Artinya, semua anggota Komwas menganggap apa yang sudah dilakukan Ruhut terhadap kebijakan Partai Demokrat meÂnyalahi aturan. Darmizal menÂgibaratkan, sikap Ruhut seperti melempari rumahnya sendiri seÂcara bertubi-tubi. Bahkan, yang lebih menyakitkan melemparnya dari rumah tetangga.
"Saudara Ruhut nampaknya lebih nyaman di rumah tetangga dari pada di rumahnya sendiri. Makanya, supaya tidak melebar harus diberikan sanksi tegas," katanya.
Berdasarkan aturan yang ada, surat yang berisi rekomendasi Komwas diserahkan ke Dewan Kehormatan Partai Demokrat lalu dilaporkan ke ketua umum. Sehingga, kemungkinan surat tersebut berada di Wanhor.
Dia mengharapkan sanksi yang diberikan Komwas menjadi harapan luas bagi masyarakat termasuk kader Partai Demokrat yang sedang memeÂnangkan kadernya. "Mudah-mudahan tidak lama sudah diuÂmumkan mengenai sanksinya," katanya.
Disinggung soal sanksi yang diberikan ke Ruhut? Darmizal menegaskan jika Komwas tidak berhak mengumumkan sanksi yang diberikan. "Bukan otoriÂtas Komwas mengumumkan," elaknya.
Sebelumnya, Ruhut menÂgakui dipercaya masuk dalam tim sukses pemenangan Ahok. Bahkan, dia didapuk sebagai juru bicara. Karenanya, Ruhut akan konsisten dan bekerja keras untuk memenangkan calon inkumben.
Ruhut juga rela melepaskan jabatannya di partai, bahkan di Dewan Perwakilan Rakyat jika memang diperlukan. "Kalau nanti masih kurang, akhir reses (DPR) ini aku mundur dari DPR. Mantap enggak?" ujar pria yang kerap disapa Poltak itu.
Hal tersebut akan dilakukan Ruhut untuk membuktikan keÂpada semua orang bahwa dirinya total dalam mendukung Ahok sebagai cagub DKI. Meski begitu, ia menegaskan tak akan mundur dari Partai Demokrat. "Aku hanya mau buktikan sama semua orang di dunia ini, jabatan bukan segalanya bagi Ruhut. Orang boleh ngotot mau jadi anggota DPR, jabatan aku tiga tahun lagi aku tinggalkan untuk memenangkan Ahok," tuturnya. ***
BERITA TERKAIT: