Nasib Ruhut Di Ujung Tanduk, Vonisnya Sudah Diputus

Setelah Nyatakan Dukung Ahok-Djarot

Selasa, 11 Oktober 2016, 08:51 WIB
Nasib Ruhut Di Ujung Tanduk, Vonisnya Sudah Diputus
Ruhut Sitompul/Net
rmol news logo Masa depan Ruhut Sitompul di Partai Demokrat berada di ujung tanduk. Rapat Komisi Pengawas (Komwas) Par­tai Demokrat sepakat memberikan sanksi kepada Ruhut. Bahkan, surat rekomendasi sudah dikantongi Dewan Kehormatan (Wanhor).

Hal itu diungkapkan Wakil Ketua Komwas Partai Demokrat, Darmizal saat dihubungi Rakyat Merdeka di Jakarta, kemarin. Menurutnya, Komwas Partai Demokrat sudah melakukan rapat maraton untuk menyikapi sikap Ruhut yang tidak taat pu­tusan partai.

Setelah menggelar rapat, hasilnya seluruh anggota Komwas, 100 persen sepakat mem­berikan sanksi kepada Ruhut. "Di Komwas tidak ada yang dissenting opinion. Semua sepa­kat memberikan sanksi pada Ruhut," ungkapnya.

Artinya, semua anggota Komwas menganggap apa yang sudah dilakukan Ruhut terhadap kebijakan Partai Demokrat me­nyalahi aturan. Darmizal men­gibaratkan, sikap Ruhut seperti melempari rumahnya sendiri se­cara bertubi-tubi. Bahkan, yang lebih menyakitkan melemparnya dari rumah tetangga.

"Saudara Ruhut nampaknya lebih nyaman di rumah tetangga dari pada di rumahnya sendiri. Makanya, supaya tidak melebar harus diberikan sanksi tegas," katanya.

Berdasarkan aturan yang ada, surat yang berisi rekomendasi Komwas diserahkan ke Dewan Kehormatan Partai Demokrat lalu dilaporkan ke ketua umum. Sehingga, kemungkinan surat tersebut berada di Wanhor.

Dia mengharapkan sanksi yang diberikan Komwas menjadi harapan luas bagi masyarakat termasuk kader Partai Demokrat yang sedang meme­nangkan kadernya. "Mudah-mudahan tidak lama sudah diu­mumkan mengenai sanksinya," katanya.

Disinggung soal sanksi yang diberikan ke Ruhut? Darmizal menegaskan jika Komwas tidak berhak mengumumkan sanksi yang diberikan. "Bukan otori­tas Komwas mengumumkan," elaknya.

Sebelumnya, Ruhut men­gakui dipercaya masuk dalam tim sukses pemenangan Ahok. Bahkan, dia didapuk sebagai juru bicara. Karenanya, Ruhut akan konsisten dan bekerja keras untuk memenangkan calon inkumben.

Ruhut juga rela melepaskan jabatannya di partai, bahkan di Dewan Perwakilan Rakyat jika memang diperlukan. "Kalau nanti masih kurang, akhir reses (DPR) ini aku mundur dari DPR. Mantap enggak?" ujar pria yang kerap disapa Poltak itu.

Hal tersebut akan dilakukan Ruhut untuk membuktikan ke­pada semua orang bahwa dirinya total dalam mendukung Ahok sebagai cagub DKI. Meski begitu, ia menegaskan tak akan mundur dari Partai Demokrat. "Aku hanya mau buktikan sama semua orang di dunia ini, jabatan bukan segalanya bagi Ruhut. Orang boleh ngotot mau jadi anggota DPR, jabatan aku tiga tahun lagi aku tinggalkan untuk memenangkan Ahok," tuturnya. ***

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA