‎"Ziarah kubur ini langsung dipimpin oleh Ketua Umum DPP PDIP Hajjah Megawati Soekarnoputri didamping beberapa pengurus DPP PDIP antara lain saya, Achmad Basarah, Eriko Sotarduga, Komarudin Watubun dan beberapa anggota DPR RI,"‎ kata Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristyanto beberapa saat lalu.
Dalam penjelasannya, Wasekjen DPP PDI Perjuangan, Achmad Basarah mengatakan, ziarah ke makam Bung Karno tersebut adalah tradisi PDIP yang selama ini sering dilakukan oleh Megawati dan keluarga besar PDI Perjuangan, baik pada momentum keagamaan seperti akan memasuki bulan suci Ramadhan dan Idul Fitri maupun saat akan menghadapi momentum penting hajatan nasional seperti pemilu.
"Hal tersebut dilakukan dalam rangka untuk menghormati jasa-jasa Bung Karno sebagai Bapak Bangsa Pendiri Negara Indonesia dan sekaligus mendoakan semoga arwah beliau mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT," kata Basarah.
Kehadiran para calon gubernur dan wakil gubernur tersebut juga, sambungnya, untuk mengingatkan mereka semua agar dalam mengikuti proses Pilkada nanti tidak menggunakanakan cara-cara yang tidak sesuai kepribadian bangsa Indonesia, apalagi menggunakan cara-cara yang dapat merusak eksistensi dan keutuhan NKRI seperti mengeksploitasi isu SARA dan sebagainya.
Yang lebih penting lagi agar para calon gubernur dan wakil gubernur tersebut, termasuk Ahok, jika kelak terpilih dan menjadi kepala dan wakil kepala daerah benar-benar dapat menjadi pemimpin yang menjaga dan mengimplementasikan amanah dan ajaran-ajaran Bung Karno khususnya untuk menciptakan kesejahteraan rakyat dan keadilan sosial yang berdasarkan Pancasila melalui haluan politik Trisakti.
Ziarah kubur yang artinya menghormati jasa-jasa orang yang telah wafat atau meninggal dunia adalah tradisi bangsa Indonesia dari berbagai latar belakang agama dan keyakinan. Hal tersebut sudah merupakan bagian dari kepribadian kebudayaan bangsa Indonesia selama ini.
"Oleh karenanya, PDI Perjuangan mengharapkan agar semua kepala dan wakil kepala daerah yang diusungnya benar-benar dapat menghayati dan mengimplementasikan makna kepemimpinan yang sesuai dengan kepribadian Indonesia, yakni pemimpin yang benar-benar mengerti dan memahami sejarah dan jiwa bangsanya serta tahu arah dan tujuan yang hendak dicapainya," jelas Basarah.
‎Sementara itu, pasangan cagub dan cawagub tersebut adalah Cagub dan cawagub Ahok-Djarot (DKI Jakarta), Rano-Embay (Banten), Hana Hasanah-Tony Yunus (Gorontalo), Rustam-Irwansyah (Babel), Ali Baal Masdar (Sulbar), dan Dominggus Mandacan (Papua Barat).‎
[ysa]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: