"Melihat kondisi fiskal yang masih ketat saya tidak yakin ekonomi akan tumbuh 5,2 persen. Paling ekonomi akan tumbuh di 5,0 persen saja," ujarnya kepada redaksi di Jakarta, Jumat (7/10).
Menurut Hafisz, program pengampunan pajak atau tax amnesty pemerintah juga belum akan cukup menggenjot pertumbuhan ekonomi seperti yang ditargetkan.
"Kalau digenjot pun maksimal 5,1 persen. Itu pun dengan syarat tax amnesty setorkan uang Rp 165 triliun ke kas negara.
Bahkan, dia menilai bahwa Menko Perekonomian Darmin Nasution terlalu optimis pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan saat ini.
"Darmin terlampau over optimis tapi tidak cukup didukung kondisi yang ada," imbuh Hafisz.
Sebelumnya Menko Darmin menyatakan optimisme bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2016 ini tetap sesuai dengan asumsi dalam APBN Perubahan 2016 yaitu sebesar 5,2 persen.
[wah]
BERITA TERKAIT: