Pada Minggu malam lalu (2/10), seorang jurnalis
Net TV, Soni Misdananto, diduga dipukuli oleh anggota Batalion Infanteri Lintas Udara 501 Bajra Yudha Madiun saat meliput kecelakaan lalu lintas yang melibatkan anggota perguruan pencak silat Persaudaraan Setia Hati (PSH) Terate di Kecamatan Taman, Madiun.
Terkait hal ini, Wakil Ketua DPR Fadli Zon mengingatkan bahwa di era seperti sekarang, TNI dituntut harus menjaga hubungan baik dengan mitra-mitra strategisnya, termasuk kalangan jurnalis dan media.
"Oleh karenanya insiden di Madiun kemarin itu memang memprihatinkan. Ke depan, aksi kekerasan terhadap jurnalis tidak boleh lagi terjadi, karena akan merugikan institusi TNI," kata Fadli beberapa saat lalu (Kamis, 6/10).
Terkait dengan peringatan HUT TNI, Fadli menyatakan bahwa sebagai tentara rakyat, TNI harus benar-benar berpihak kepada kepentingan rakyat. Kepentingan nasional sebangun dengan kepentingan rakyat. Oleh karena itu TNI harus bisa menjaga posisinya agar jangan sampai dijadikan alat politik oleh kelompok tertentu, apalagi alat kekuasaan dari para pemodal, yang membuat posisinya harus berhadapan dengan rakyat.
"Tugas TNI adalah menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Meski kawasan Asia Tenggara saat ini secara umum bisa dikatakan dalam keadaan damai, namun kita harus mewaspadai sejumlah potensi konflik politik dan gangguan keamanan yang bisa merongrong kedaulatan Indonesia. Untuk itu TNI dituntut bisa menjalankan fungsinya secara profesional," lanjutnya.
Menurut Fadli, ada beberapa isu strategis yang harus diperhatikan oleh TNI saat ini adalah konflik Laut China Selatan yang kian menjadi isu genting di kawasan Asia Tenggara, isu tentang Papua yang belakangan kian menarik perhatian dunia, serta gangguan keamanan di perbatasan, seperti Filipina, yang telah mengganggu keamanan warga negara kita. Menghadapi isu-isu itu, TNI harus bisa belajar dari pengalaman dan dituntut memiliki pendekatan-pendekatan strategis, bukan hanya bersifat praktis, karena sejumlah isu itu di antaranya melibatkan kemampuan diplomasi politik yang matang.
"Rakyat Indonesia sangat mencintai TNI. Oleh karena itu, selain dituntut menjadi tentara profesional, TNI juga dituntut untuk bisa terus bersahabat dengan rakyat. Saya mengucapkan selamat kepada para prajurit kita yang hari ini merayakan HUT TNI. Dirgahayu TNI," tutup Fadli.
[ysa]
BERITA TERKAIT: