"Salah satunya ya dengan penyebaran video porno lewat banyak cara. Maka sesungguhnya perang hari ini tidak melulu soal senjata tetapi perang nelalui budaya dan cara-cara yang lebih canggih," tandas anggota Komisi VIII DPR RI, Maman Imanulhaq kepada wartawan, Jumat (30/9).
"Ini harus diantisipasi oleh seluruh pihak terutama pemerintah," lanjutnya.
Kemudian, lanjut politisi PKB ini, tanyangan tersebut meneguhkan anggapan berbagai pihak yang menilai bahwa birokrasi pemerintahan negeri ini tak pernah serius.
"Asal kerja, tanda tangan tanpa dibaca dulu, mungkin ada yang menyalahgunakan izin konten dalam videotron itu artinya pengawasan kita sangat lemah birokrasi tidak pernah serius untuk melihat masalah ini. Bukan hanya soal videotron, kita juga sering temukan materi di buku pelajaran soal radikalisme pornografi itu bisa masuk dan lepas dari pengawasan," ketusnya.
Maman kemudian mengajak semua pihak untuk membentengi diri, sehingga diracuni cara apapun, baik itu dengan pornografi, radikalisme, narkoba dan sebagainya dengan kita tak akan terpengaruh.
"Saya harap aparat selidiki kasus penyalahgunaan kasus videotron itu tindak setegas-tegasnya, umumkan kenapa bisa terjadi seperti itu dan tidak boleh terjadi lagi," lanjutnya menutup.
[ysa]
BERITA TERKAIT: