"Sekarang, dana masyarakat yang boleh dapat dengan susah payah disimpan di bawah bantal, disasar tax amnesty," sesal putri Proklamator Bung Karno ini, Jumat (30/9).
Seperti diketahui, selama ini program yang digencarkan pemerintah itu dihujani kritik karena syarat pengampunan pajak yang menjerat masyarakat kecil sama beratnya dengan beban yang ditanggung pengusaha skala besar.
Arah pengampunan pajak yang tadinya menargetkan konglomerat kini cenderung bergeser ke pelaku UKM yang paling berjasa dalam membuka lapangan kerja dan mempertahankan stabilitas ekonomi nasional.
"Ini namanya mengelabui masyarakat. Orang dibodohi suruh ikut tax amnesty akibat keuangan negara defisit dikuras tiap tahun buat bayar para obligor pengemplang pajak. Jumlahnya Rp 60 triliun per tahun, yang kini sudah Rp 700 triliun. Kok jadi dibebankan ke masyarakat awam?" sesal Rachmawati.
Ia juga mempertanyakan urgensi tax amnesty sampai menyentuh anggota TNI dan Polri yang berpenghasilan tidak terlalu besar.
"Gajinya pas-pasan diperintah ikut tax amnesty. Ini zaman apa ya? Kata orang tua dulu, ini zaman edan, kalau tidak ikut edan makan tidak kebagian, atau kata Gus Dur ini zaman dajal, pembalikan akal pikiran waras," kecamnya.
[ald]
BERITA TERKAIT: