"Pada bulan Ramadan, pengeluaran relatif lebih besar, apalagi harga-harga bahan pangan saat ini masih tinggi," kata Anggota Komisi IX, Saleh Partaonan Daulay di Jakarta, Selasa (7/6).
Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini menjelaskan pekerja juga harus mendapatkan haknya untuk melaksanakan ibadah, yang salah satunya dengan pengurangan jam kerja.
Menurut Saleh, pengurangan jam kerja diperlukan untuk memberikan ruang dan waktu bagi para pekerja untuk melaksanakan ibadah sepanjang bulan Ramadan bersama dengan keluarganya.
Jam pulang kerja yang lebih awal juga memberikan kesempatan kepada pekerja untuk berkumpul dan berbuka puasa bersama keluarga.
"Banyak ibadah yang bisa dilakukan di bulan Ramadan. Selain itu, beribadah bersama keluarga dan tetangga di lingkungan juga penting untuk menjalin silaturahim," tutur Saleh.
Di satu sisi, mantan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah ini berharap pengurangan jam kerja tetap tidak mengurangi etos kerja para pekerja karena pekerjaan yang dilakukan sambil berpuasa memiliki nilai ibadah.
"Pada saat berpuasa, pekerja juga perlu lebih kreatif dan inovatif sehingga memberikan kontribusi positif bagi perusahaan tempat mereka bekerja," ungkap Saleh.
[rus]
BERITA TERKAIT: