"Saya sudah katakan, kalau memang PDIP izinkan dengan Pak Djarot, ya maju dengan Pak Djarot," kata Ahok kepada wartawan, di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (22/2).
Ahok menyadari keinginan meminang Djarot harus mendapat persetujuan lebih dahulu dari partai banteng. PDIP mendominasi kursi DPRD DKI dengan 28 kursi. Jumlah ini telah melewati batas minimal syarat parpol mengusung calon gubernur dan wakil gubernur sendiri, yakni 22 kursi. Ia pun mengibaratkan dirinya dan Djarot sebagai pasangan suami istri.
Â
"Sama Pak Djarot bagi saya sudah cocok gitu loh. Kayak kamu sudah menikah, ngapain cari istri baru kalau istri lama OK?" ungkapnya.
Sinyal Ahok bersikeras menggandeng wakil gubernurnya sekarang, Djarot Saiful Hidayat, sudah terasa kuat belakangan ini.
Soal alasannya, Ahok mengklaim bukan karena butuh dukungan politik dari PDIP sebagai partai yang mengusung Djarot, melainkan semata kinerja Djarot cukup baik.
"Pak Djarot juga enggak jelek loh. Dia kerja juga baik, enggak macam-macam," ujarnya suatu waktu.
Namun, Ahok mengaku, tetap besar kemungkinan dirinya akan maju dari jalur independen tetapi dengan menggandeng Djarot yang notabene orang partai.
[ald]
BERITA TERKAIT: